Dynamo Kiev vs Internazionale
November 5, 2009 at 3:45 pm (LuvLyInternazionale)
Kiev – Inter Milan meraih kemenangan pertamanya di Grup F usai menekuk Dinamo Kiev 2-1. Inter ketinggalan duluan sebelum membalikkan keadaan lewat sepasang gol telat.
Setelah tiga pertandingan selalu diakhiri dengan hasil seri, Nerazzuri akhirnya meraup poin penuh di matchday 4 Liga Champions di kandang Dinamo, Kamis (5/11/2009) dinihari WIB.
Hasil ini bikin Inter untuk sementara memimpin Grup F dengan nilai 6, unggul dari Barcelona dan Rubin Kazan yang sama-sama punya poin 5 dan Dinamo yang memiliki angka 4.
Kemenangan atas Dinamo diraih Inter berkat sepasang gol dari Diego Milito dan Wesley Sneijder yang dibuat dalam lima menit terakhir pertandingan. Sebelumnya, Andriy Shevchenko sudah bikin Dinamo unggul sedari menit ke-21.
Jalannya Pertandingan
Baru tiga menit pertandingan berlangsung, Wesley Sneijder langsung mengancam. Usai menerima sodoran bola dari Diego Milito, Sneijder melepaskan tembakan keras yang nyaris menjebol gawang Dinamo.
Inter punya peluang lagi di menit ke-18. Kiper Julio Cesar melayangkan bola ke Milito yang meneruskan ke Eto’o. Tapi sepakan Eto’o masih belum tepat sasaran.
Tiga menit kemudian Dinamo mengejutkan Inter. Artem Milevskiy memberikan bola kepada Andriy Shevchenko yang lantas melepaskan tembakan keras dari tepi area penalti dan bersarang dalam gawang Inter.
Inter membuang peluang di menit ke-36. Dejan Stankovic memberikan bola ke Eto’o yang lantas bekerja sama dengan Milito tapi lagi-lagi bola belum membahayakan gawang Stanislav Bogush.
Empat menit jelang jeda, Shevchenko mendapatkan bola umpan dari Milevskiy. Namun, kombinasi keduanya tak lagi berbuah gol karena arah bola masih melebar.
Satu peluang kembali terbuang untuk Inter. Dari tendangan bebas, Sneijder melayangkan bola yang lantas ditanduk Walter Samuel. Tidak terkawal, hasil sundulannya masih melebar.
Dinamo mencatat peluang pada menit 62. Umpan jauh Roman Eremenko dikuasai Sheva yang lantas meneruskan ke Milos Ninkovic. Tapi bola sepakan Ninkovic kemudian masih jauh dari sasaran.
Inter kemudian membuat dua peluang gagal lagi. Yang pertama terjadi pada menit 66 setelah tandukan Eto’o dari jarak dekat gagal berbuah gol dan dua menit kemudian giliran mistar yang menggagalkan bola hasil tandukan Samuel masuk ke dalam gawang.
Eto’o melepaskan umpan ke arah Mario Balotelli di menit ke-71. Pertahanan Dinamo terbelah kendati sepakan Balotelli masih tidak tepat sasaran.
Milito! Inter akhirnya menyamakan kedudukan juga lewat Milito empat menit menjelang bubaran. Dari sisi kiri, Sneijder memberikan bola kepada Milito yang kemudian mengecoh kipe Bogush. Pemain Dinamo mengklaim offside tapi wasit tak sependapat.
Di menit-menit akhir, Inter kembali bikin gol. Kesalahan kiper Bogush usai memblok tendangan Sulley Muntari dapat dimanfaatkan Milito yang mengembalikan bola ke belakang untuk diteruskan Sneijder. 2-1 untuk Inter.
Susunan Pemain:
Dynamo Kiev: Bogush; Eremenko, Khacheridi, Leandro Almeida, Magrao; Shevchenko, Mikhalik, Vukojevic, Yarmolenko; Ninkovic; Milevskiy (Gusev 70)
Inter: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Samuel (Muntari 79), Chivu (Balotelli 46); Zanetti, Cambiasso (Thiago Motta 46), Stankovic; Sneijder; Milito, Eto’o

Livorno vs Internazionale
November 2, 2009 at 8:38 pm (LuvLyInternazionale)
Livorno – Inter semakin mantap di puncak klasemen sementara Seri A, menyusul kemenangan 2-0 atas Livorno. Dua gol La Beneamata dikemas oleh Diego Milito dan Douglas Maicon.
Inter melawat ke markas Livorno, Stadion Armando Pichi, Minggu (1/11/2009) malam WIB.
Nerazzuri membuka skor di menit ke-49 melalui Diego Milito. Gol Maicon sepuluh menit menjelang bubaran mengunci kemenangan Inter 2-0.
Raihan tiga poin membawa anak buah Jose Mourinho ini semakin kokoh di puncak klasemen sementara dengan poin 28, unggul tujuh poin dari runner up Juventus.
Jalannya Pertandingan
Pertarungan ketat di lapangan tengah mewarnai laga antara Livorno kontra Inter Milan. Tuan rumah mampu mengimbangi permainan yang diperagakan para pemain Inter.
Gelandang Inter Sulley Muntari harus mengalami perawatan akibat berbenturan dengan Diniz di menit ke-19. Muntari akhirnya ditarik keluar dan digantikan oleh Esteban Cambiasso.
Kedua tim saling melancarkan tekanan, namun hingga setengah jam laga berjalan belum ada ancaman yang cukup berarti.
Livorno memiliki peluang di menit ke-37. Tendangan bebas yang dilepas Antonio Candreva bisa digagalkan oleh Julio Cesar yang menjaga gawang Inter.
Guna memecah kebuntuan pelatih Inter Jose Mourinho memasukkan Samuel Eto’o guna menggantikan Rene Krhin.
Empat menit setelah jeda Inter membuka skor lewat Diego Milito. Usai menerima umpan dari Dejan Stankovic, striker asal Argentina itu sedikit mengontrol bola sebelum melepas tembakan yang gagal dihentikan kiper Alfonso De Lucia.
Tertinggal satu gol Livorno berusaha untuk mengejar. Menit ke-62, sebuah umpan yang dilepas Mirko Pieri sukses dihalau Lucio sebelum bola mengarah ke Francesco Tavano.
Sepuluh menit berselang, aksi Tavano menghadirkan ancaman bagi Nerazzuri. Namun sepakannya masih belum melayang di atas gawang tim tamu.
Inter menambah skor sepuluh menit menjelang bubaran melalui tendangan kaki kiri bek asal Brasil, Maicon. Skor 2-0 bertahan hingga laga berakhir.
Susunan Pemain
Livorno: De Lucia; Knezevic, Miglionico, Diniz, Vitale (Danilevicus 54′), Moro, Candreva, Pieri, Raimondi, Tavano, Pulzetti (Dionisi 72′)
Inter: Julio Cesar; Lucio, Cordoba, Zanetti, Maicon, Vieira, Muntari (Cambiasso 29′), Krhin (Eto’o 46′), Amantino Mancini, Stankovic (Samuel 68′), Milito

Internazionale vs Palermo
October 30, 2009 at 12:37 pm (LuvLyInternazionale)
Milan – Inter Milan sukses meraih kemenangan 5-3 atas Palermo di kandang sendiri. Namun demikian, tim tamu membuat La Beneamata berdebar-debar lantaran sempat mengejar ketertinggalan mereka.
Pada pertandingan yang dihelat di Stadion San Siro, Jumat (30/10/2009) dinihari WIB, Inter sudah unggul 4-0 di babak pertama. Keempat gol pasukan Jose Mourinho ini masing-masing disumbangkan oleh Samuel Eto’o (menit 7–penalti–dan 43), Mario Balotelli (34 dan 42).
Namun di babak kedua Palermo mampu mengejar dan mempertipis ketinggalan menjadi 3-4 lewat gol-gol Fabrizio Miccoli (49 dan 67) dan Abel Hernandez (62). Beruntung bagi Inter, mereka memiliki Diego Milito.
Penyerang internasional Argentina itu masuk di menit 48 untuk menggantikan Balotelli dan akhirnya tampil sebagai penyelamat. Golnya di menit 83 memastikan kemenangan Nerazzurri menjadi 5-3.
Dengan hasil ini Inter kian kokoh di puncak klasemen dengan koleksi nilai 25. Sementara Palermo tetap berada di urutan tujuh dengan raihan nilai 15.
Jalannya Pertandingan
Inter mendapatkan hadiah penalti ketika laga baru berjalan tujuh menit ketika Balotelli dijatuhkan di kotak terlarang. Eto;o maju menjadi eksekutornya. Sepakan penyerang asal Kamerun ini mengarah ke pojok kiri bawah gawang dan tak bisa dihalau kiper Salvatore Sirigu.
Sepuluh menit berselang, Palermo nyaris menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Sepakan Fabio Simplicio dari luar kotak penalti mengaarah tepat ke gawang Inter. Sial baginya, Julio Cesar masih bisa terbang dan menghalau sepakannya itu.
Inter akhirnya menggandakan keunggulan pada menit 34. Kalau di gol pertama Balotelli menjadi penyebabnya, maka kali ini ia menjadi pendulangnya. Sundulannya menyambut sebuah sepak pojok sukses membuat Sirigu memungut bola dari jala sendiri untuk kedua kalinya.
Tiga menit menjelang turun minum, Balotelli mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini. Umpan Dejan Stankovic kepada Esteban Cambiasso diteruskan oleh nama terakhir dengan sebuah sundulan. Bola mengarah ke gawang, di mana Balotelli kemudian menyonteknya masuk.
Hanya butuh satu menit bagi Inter untuk memperbesar kedudukan menjadi 4-0. Lagi-lagi Balotelli turut andil. Operannya kepada Eto’o dari sisi kanan berhasil dimanfaatkan dengan sebuah sepakan. Gol kedua Eto’o dalam laga ini dan gol keempat untuk Inter.
Palermo baru bisa bangkit di babak kedua. Fabrizio Miccoli memperkecil ketertinggalan mereka di menit 49 setelah bola chip-nya menyabut umpan panjang dari belakang tak mampu dihalau oleh Julio Cesar. Moral tim tamu pun bangkit.
Mereka kembali mencetak gol di menit 62. Operan Javier Pastore dari sisi kanan berhasil disambut dengan baik oleh Abel Hernandez, yang baru masuk di babak kedua. Sontekan Hernandez sukses membuat jala Inter bobol lagi.
Mencetak dua gol, semangat Palermo semakin menggebu-gebu. Hasilnya di menit 67 mereka pun mempertipis kedudukan menjadi 3-4 lewat gol kedua Miccoli. Gol ini tercipta setelah dirinya memaksimalkan umpan yang dilepaskan oleh Hernandez. Inter dalam bahaya.
Hanya saja gol berikutnya yang terjadi bukanlah gol penyama kedudukan untuk Palermo, melainkan gol kelima untuk Inter. Maicon yang berlari di sisi kanan kemudian mengumpan ke arah kotak penalti, di mana di sana telah berdiri Diego Milito. Milito pun sukses mengkonversikannya menjadi gol dan membuat skor berubah menjadi 5-3.
Palermo nyaris mencetak gol lagi di menit 89. Hernandez menyambut umpan terobosan dari Miccoli dan melepaskan sebuah sepakan. Sial baginya, bola masih melambung di atas mistar gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan kedudukan 5-3 tetap bertahan.
Susunan Pemain
Inter Milan: Julio Cesar, Walter Samuel, Ivan Cordoba, Cristian Chivu (Davide Santon 45), Maicon, Esteban Cambiasso, Dejan Stankovic, Seulley Muntari, Javier Zanetti, Mario Balotelli (Diego Milito 48), Samuel Eto’o (Thiago 74).
Palermo: Salvatore Sirigu, Simon Kjaer, Giulio Migliaccio, Dorin Goian, Fabio Simplicio (Antonio Nocerino 85), Mark Bresciano, Javier Pastore (Nicolas Bertolo 84), Cristian Costel Melinte (Abel Hernandez 45), Mattia Cassani, Fabrizio Miccoli, Edison Cavani.

Internazionale vs Catania
October 25, 2009 at 4:53 pm (LuvLyInternazionale)
Milan – Inter Milan meraih kemenangan tipis 2-1 atas Catania di kandang sendiri. Tetapi hasil itu sudah cukup untuk mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen.
Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (25/10/2009) dinihari WIB, Inter unggul lebih dulu lewat gol Sulley Muntari pada menit 13. Kesalahan kiper Andrea Campagnolo turut andil dalam gol ini.
Gol kedua dicetak oleh Wesley Sneijder terjadi pada menit 32 melalui sebuah eksekusi tendangan bebas. Catania akhirnya memperkecil kedudukan pada menit 84 setelah penalti Giuseppe Mascara tak mampu dihadang kiper Julio Cesar.
Hasil ini menempatkan Inter kembali ke puncak klasemen dengan nilai 21. Beberapa jam sebelumnya, posisi tersebut sempat ditempati oleh Sampdoria yang meraih kemenangan 4-1 atas Bologna.
Sementara Catania, posisi mereka tetap di urutan 16 dengan koleksi nilai tujuh.
Sembilan menit pertandingan berjalan, Lucio mendapatkan peluang dari sebuah sepak pojok. Sundulannya mengarah tepat ke gawang Catania, tetapi Andrea Campagnolo masih bisa menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.
Inter akhirnya unggul lebih dulu ketika laga memasuki menit 13. Umpan panjang Sulley Muntari kepada Samuel Eto’o salah diantisipasi oleh Campagnolo. Akibatnya, bola akhirnya malah meluncur ke dalam jalanya sendiri. 1-0 untuk Inter.
Catania membalas di menit 20 lewat Ezequiel Carboni. Tetapi tendangannya yang mengarah tepat ke gawang Inter masih bisa ditepis oleh kiper Julio Cesar. Tak ada gol, hanya tendangan penjuru.
Patrick Vieira mencoba perutnungannya pada menit 28, tetapi sepakannya masih melambung di atas mistar gawang. Inter kembali memperoleh peluang beberapa saat kemudian dan kali ini bisa mengkonversikannya menjadi gol.
Berawal dari pelanggaran Marco Biagianti kepada Eto’o, Inter pun mendapatkan hadiah tendangan bebas. Wesley Sneijder yang menjadi algojonya sukses menambah keunggulan tuan rumah menjadi 2-0. Skor tersebut bertahan sampai turun minum.
Di babak kedua, Inter tak banyak menciptakan peluang. Sebaliknya Catania sedikit memberikan perlawanan. Pada menit 80 Giuseppe Mascara melepaskan sebuah tendangan ke arah gawang, tetapi masih bisa dihalau oleh Lucio.
Catania baru bisa membobol jala Inter pada menit 84 setelah Gianvito Plasmati dijatuhkan Julio Cesar di kotak terlarang. Mascara yang menjadi algojonya tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Skor berubah menjadi 2-1.
Dua menit menjelang laga usai, Eto’o nyaris memperbesar kedudukan Inter. Sial baginya, tendangan bebas yang dieksekusinya masih melebar dari sasaran. Skor 2-1 pun bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.
Susunan Pemain
Inter Milan: Julio Cesar, Ivan Cordoba, Lucio, Patrick Vieira, Cristian Chivu, Maicon, Wesley Sneijder (Dejan Stankovic 74), Sulley Muntari (Rene Krhin 85), Javier Zanetti, Mario Balotelli, Samuel Eto’o (Marco Materazzi 88).
Catania: Andrea Campagnolo, Nicolas Spolli, Matias Silvestre, Ciro Capuano, Alessandro Potenza, Ezequiel Carboni, Marco Biagianti (Giuseppe Mascara 45), Mariano Izco (Pablo Ledesma 45), Takayuki Morimoto, Cristian Llama, Gennaro Delvecchio (Gianvito Plasmati 76).

Internazionale vs Dynamo Kiev
October 21, 2009 at 7:04 am (LuvLyInternazionale)
Milan – Tiga pertandingan telah dilakoni Inter Milan dan belum sekalipun mereka memenanginya. Dalam laga hari Rabu (21/10/2009) dinihari WIB di kandang sendiri, mereka dipaksa bermain imbang 2-2 oleh Dynamo Kiev.
Inter bahkan dua kali tertinggal dari tamunya yang berasal dari Ukraina itu. Namun Dejan Stankovic dan Walter Samuel membuat skuad Jose Mourinho terhindar dari kekalahan, walaupun juga gagal meraup poin penuh.
Publik Giuseppe Meazza dibuat terkejut oleh gol Kiev di menit kelima melalui tembakan Taras Mikhalik. Stankovic menyamakan kedudukan di menit 35, tapi Lucio melakukan bunuh diri yang membuat Inter tertinggal 1-2 di akhir babak pertama.
Samuel menjadi penyelamat kedua Inter lewat gol sundulannya beberapa menit setelah turun minum. Sampai akhir pertandingan skor tidak berubah lagi, tetap 2-2.
Hasil ini membuat Inter bahkan harus menunggui dasar klasemen sementara Grup F dengan nilai tiga. Mereka sementara kalah satu angka dari tiga rivalnya, Barcelona, Rubin Kazan, dan Kiev.
Jalannya pertandingan
Samuel Eto’o sudah pulih dari cedera dan dimainkan sebagai starter. Ia menjadi striker tungal, ditopang oleh Stankovic dan Wesley Sneijder, yang bermain gemilang saat pemegang titel scudetto dalam empat musim terakhir itu menang telak 5-0 atas Genoa dalam laga domestik akhir pekan lalu.
Dynamo tampil agresif di awal pertandingan dan sudah memperoleh tendangan sudut di menit ketiga. Tak lama kemudian mereka bahkan mendulang gol yang bermula dari tendangan bebas. Dua pemain Inter gagal menyapu bola dan Mikhailik memanfaatkannya dengan melepaskan tembakan ke arah gawang, dan gawang Cesar pun jebol.
Inter tidak cepat mereaksi gol tersebut karena permainannya mandeg. Dynamo bahkan memberi tekanan lagi ketika sundulannya tipis di atas mistar gawang Inter. Catatan buat Shevchenko adalah dia pernah mencetak 14 gol untuk AC Milan dalam 20 pertandingan melawan La Beneamata.
Permainan Inter membaik selepas menit ke-20. Hasilnya, di menit 35 Stankovic berhasil menyamakan kedudukan. Ia mengalahkan seorang bek lawan dan kiper Stanislav Bogush yang menyongsongnya jauh dari wilayahnya, setelah mendapat umpan terobosan dari Lucio.
Ironisnya buat Lucio, lima menit kemudian ia melakukan kesalahan fatal yang merugikan timnya. Bek internasional Brasil itu menceploskan bola ke gawang sendiri saat menghadapi sepak pojok. Skor 2-1 untuk Dynamo bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua Mourinho menarik Sulley Muntari dan memasukkan David Suazo. Tak seberapa lama, Inter mencetak gol balasan yang kedua buatan Samuel. Ia menyundul masuk bola tendangan sudut Sneijder. Itulah gol kedua Samuel dalam 49 penampilannya di Liga Champions.
Eto’o mendapat sebuah peluang tapi dipatahkan kiper Bogush. Sebaliknya, Cesar pun mematahkan serangan Dyanmo melalui Milos Ninkovic.
Di menit 73 terjadi keadaan yang mencekam buat fans tuan rumah. Kesalahan Lucio membuat Shevchenko punya kesempatan besar untuk menciptakan gol karena tinggal berhadapan dengan Cesar. Akan tetapi tendangan Shevchenko melebar.
Suazo memperoleh peluang terbesar di menit 85. Setelah Javier Zanetti bekerja keras menyerbu dari sayap kanan, Suazo mendapat sodoran manis di dalam kotak penalti, tapi tembakannya melenceng!
Susunan pemain:
Inter: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Samuel, Chivu; Zanetti, Cambiasso (Materazzi 86), Muntari (Suazo 46); Stankovic (Vieira 86), Sneijder; Eto’o
Dynamo Kiev: Bogush; Eremenko, Khacheridi, Leandro Almeida, Magrao (Betao 70); Shevchenko, Mikhalik, Vukojevic, Ninkovic (Yusev 69), Yarmolenko; Milevskiy (Kravets 92)

Genoa vs Internazionale
October 18, 2009 at 7:25 am (LuvLyInternazionale)
Genoa – Inter Milan memperlihatkan superioritasnya di depan Genoa dalam partai lanjutan Seri A. Bertindak sebagai tamu, Nerazzurri pulang dengan kemenangan telak lima gol tanpa balas.
Stadion Luigi Ferraris, markas Genoa, menjadi saksi keganasan Inter. Padahal, dalam pertandingan yang digelar Minggu (18/10/2009) dinihari itu, Inter tampil tanpa Samuel Eto’o dan Diego Milito.
Enam menit pertandingan berjalan, Inter sudah membungkam suporter tuan rumah ketika Esteban Cambiasso berhasil memanfaatkan kemelut menjadi gol. Tendangan jarak dekat Cambiasso berbelok arah karena membentur Emiliano Moretti, membuat kiper Marco Amelia tak berdaya.
Dejan Stankovic memperoleh peluang apik di menit ke-13 ketika sodoran Wesley Sneijder menujunya. Walau begitu, tendangan Stankovic dari dalam kotak penalti masih menyamping ke kanan gawang Genoa.
Tepat di marka setengah jam waktu pertandingan, Inter memperlebar keunggulannya. Persis dengan peluang Stankovic, kali ini giliran Mario Balotelli yang dimanja umpan Sneijder. Dengan jitu, Balotelli melepas tembakan terarah menembus gawang Amelia.
Genoa sudah sangat dekat dengan golnya di menit 40. Omar Milanetto berhasil membobol gawang Julio Cesar tetapi gol itu dianulir wasit karena Milanetto berada dalam posisi off-side.
Menutup babak pertama, Inter berhasil unggul 3-0. Amelia bermaksud membuang bola, tapi si kulit bundar jatuh ke Stankovic yang tanpa ampun melepas voli dari jarak separuh lapangan yang tak mampu dikejar Amelia.
Saat memasuki masa jeda ini terjadi sebuah insiden. Kiper cadangan Genoa Alessio Scarpi terlihat menarik-narik bek Inter Maicon dan Lucio. Scarpi pun dikenai kartu merah.
Di babak kedua, serangan Inter tak jua mengendur. Hasilnya, Patrick Vieira yang turun sebagai pemain pengganti berhasil mencetak gol keempat setelah tembakan kaki kirinya gagal dihadang Amelia di menit 66.
Empat menit kemudian, La Beneamata sudah unggul 5-0 melalui gol Maicon. Menguasai bola liar dari perebutan antara Sulley Ali Muntari dengan beberapa pemain Genoa, Maicon dengan mudah menjebol gawang Amelia melalui sepakannya.
Genoa yang tak berdaya mencoba memberikan perlawanan terakhirnya. Di menit 82, Raffaele Paladino melepaskan tendangan dari sudut sempit di sisi kiri tapi tembakannya ditangkap kiper Julio Cesar.
Wasit pun meniup peluit panjang tanda usainya laga dengan skor akhir Inter 5 dan Genoa 0. Kemenangan ini membuat si ‘Biru Hitam’ kokoh di puncak Seri A dengan nilai 19.
Susunan pemain
Genoa: Amelia; Moretti, Bocchetti, Biava; Papastrathopoulos (Tomovic 69), Milanetto, Zapater, Modesto; Palladino, Floccari (Crespo 62), Sculli (Palacio 62)
Inter: Julio Cesar; Maicon, Samuel (Cordoba 77), Lucio, Chivu; J. Zanetti, Cambiasso (Vieira 46), Muntari, Stankovic, Sneijder (Mancini 73); Balotelli

Internazionale vs Udinese
October 4, 2009 at 9:38 am (LuvLyInternazionale)
Milan – Inter Milan berhasil bangkit dari kekalahannya atas Sampdoria pekan lalu. Menjamu Udinese, Nerazzurri harus menunggu hingga injury time saat Wesley Sneijder mencetak gol kemenangan.
Bertanding di bawah dukungan suporter setianya di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (4/10/2009) dinihari WIB, Inter berharap dapat menghapus memori buruk saat disapu Sampdoria 0-1.
Hasilnya, Inter sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Dejan Stankovic, tetapi tak lama kemudian dibalas oleh gol Antonio Di Natale. Gol Sneijder menjadikan Inter akhirnya menang 2-1.
Tiga angka ini membuat posisi Inter di klasemen terangkat ke posisi teratas dengan nilai 16. Posisi pasukan Jose Mourinho bisa disusul lagi oleh Sampdoria dan Juventus yang baru bertanding malam ini.
Jalannya pertandingan
Sempat berjalan lambat pada awalnya, tensi pertandingan langsung terangkat berkat gol Stankovic di menit 22. Menerima umpan terbosan Samuel Eto’o, tendangan keras Stankovic sukses merobek jala Udinese.
Akan tetapi Inter cuma punya waktu lima menit untuk merayakan gol itu. Menit 27, Di Natale dengan dingin mengecoh jebakan off-side dan dengan satu tendangan terarah mengubah skor jadi 1-1.
Tiga menit sebelum turun minum, Udinese bisa saja berbalik memimpin. Menerima bola dengan punggung menghadap gawang Inter, Alexis Sanchez dengan cepat membalikkan badan dan menembak, tetapi bola melejit ke langit.
Di babak kedua, Udinese terus saja mengancam Inter. Menit 51, Di Natale gagal menceploskan gol keduanya karena tendangannya dari jarak dekat masih melambung tinggi.
Menit 67, Inter mendapat peluang emas. Sebuah tendangan Stankovic bisa ditepis kiper Samir Handanovic dan bola rebound mengarah ke Sulley Muntari. Namun tendangan Muntari tak menemui sasaran karena melambung tinggi.
Pertandingan tinggal bersisa tiga menit, Eto’o menggiring bola sendirian dan menembak. Gol gagal tercipta karena Handanovic dengan lincah menepis si kulit bundar dengan kakinya.
Semenit kemudian, jantung pendukung Inter dibuat nyaris terhenti ketika Simone Pepe melepas umpan yang meloloskan Di Natale. Berhadapan satu lawan satu dengan kiper Julio Cesar, tendangan Di Natale terlalu lemah dan bisa ditangkap.
Inter terus berusaha mencari gol kemenangan dengan tekanan total. Di menit kedua injury time, sebuah tendangan Sneijder dari sisi kiri kotak penalti tak mampu ditahan Handanovic dan Inter pun berhak atas tiga angka.
Susunan pemain
Inter: Julio Cesar; Zanetti, Samuel, Lucio (Santon 88), Chivu; Stankovic, Cambiasso, Sneijder, Muntari (Suazo 72); Eto’o, Milito (Balotelli 25)
Udinese: Handanovic; Basta (Zapata 70), Domizzi, Coda, Lukovic; Sanchez, D’Agostino, Inler, Pepe (Pasquale 90); Flores (Corradi 75), Di Natale

Rubin Kazan vs Internazionale
September 30, 2009 at 7:44 am (LuvLyInternazionale)
Kazan – Inter Milan kembali cuma meraih hasil imbang dalam lanjutan Liga Champions. Diwarnai kartu merah Mario Balotelli, Nerazzurri bermain 1-1 saat bertandang ke klub debutan, Rubin Kazan.
Inilah untuk kali kedua Inter bermain imbang di fase grup Liga Champions. Dua pekan lalu mereka juga cuma dapat satu poin setelah bermain tanpa gol saat menjamu juara bertahan, Barcelona.
Dengan dua poin dimiliki, anak asuh Jose Mourinho naik ke posisi dua klasemen. Namun dengan El Barca yang baru akan bertanding dengan Dinamo Kiev beberapa menit lagi, posisi mereka masih bisa tergusur, tentunya jika Xavi Hernandes cs bisa meraih poin maksimal.
Main imbang menghadapi klub sekelas Rubin seakan melanjutkan catatan buruk Inter, akhir pekan kemarin mereka menelan kekalahan pertamanya saat ditundukkan Sampdoria 0-1. Inter justru terbilang beruntung bisa pulang membawa satu poin lantaran mereka sempat berada dalam tekanan hebat setelah Balotelli diusir pada menit 60.
Jalannya pertandingan
Inter Milan turun dengan skuad yang sedikit berbeda dalam lawatannya ke Central Stadium, Kazan, Rabu (30/9/2009) dinihari WIB. Di lini depan Samuel Eto’o dipasangkan dengan Mario Balotelli. Sementara posisi Wesley Sneijder juga diberikan pada Mancini.
Dengan komposisi seperti itu, Inter tampil kurang menggigit. Justru Rubin, sang juara Liga Rusia, yang lebih menguasai jalannya pertandingan sebelum akhirnya bisa lebih dulu unggul saat pertandingan masuk menit 11.
Gol pembuka tuan rumah datang dari aksi individu Dominguez. Striker asal Argentina itu meliuk-liuk melewati Lucio, Walter Samuel lalu kemudian Maicon sebelum kemudian melepaskan tendangan keras ke bagian atas gawang tanpa mampu dihalau kiper Julio Cesar. Gol ini dapat sambutan luar biasa dari publik tuan rumah.
Dua menit berselang Dominguez nyaris mencetak gol keduanya, kali ini sepakan striker 28 tahun itu berhasil ditepis Cesar dan cuma berbuah tendangan sudut.
Mantan pemain River Plate itu kembali membuat pemain Inter ketar-ketir lewat aksinya di menit 18, sukses memperdaya Cristian Chivu, dia melepaskan umpan berakurasi tinggi pada Cesar Navas yang berdiri di tiang jauh. Tak ada gol dari prosesi ini lantaran tandukan pemain bertahan itu melayang di atas mistar.
Setelah sebuah tendangan Samuel Eto’o berhasil dihadang kiper Sergei Ryzhikov dan Mancini yang gagal meneruskan umpan mantan pemain Barcelona itu menjadi gol, Inter akhirnya menyamakan kedudukan di menit 27. Gol pertama Inter ini diawali dari tusukan Maicon di sisi kiri pertahanan tuan rumah. Melepaskan umpan silang terukur ke kotak penalti, Stankovic yang berdiri tanpa kawalan melepaskan tandukan bertenaga yang tak kuasa dihalau kiper Ryzhikov.
Satu menit berselang Inter nyaris merayakan pesta keduanya. Namun kegagalan Balotelli menyambar bola saat kiper Ryzhikov sudah mati langkah membuat skor 1-1 batal berubah.
Di awal babak kedua, kembali Rubin yang terlihat lebih dominan. Salah satu peluang terbaik yang datang adalah saat Sergei Semak dalam posisi tanpa kawalan melepaskan tendangan ke gawang di menit 59, namun akurasi yang buruk membuat bola hanya menyasar ke sisi luar bidang target.
Di menit 60 tuan rumah mengklaim penalti menyusul pelanggaran yang dilakukan Samuel terhadap Alexander Bukharov di kotak terlarang, namun wasit memutuskan play on.
Tekanan yang datang pada Inter semakin berat setelah mereka kehilangan Balotelli di menit 61. Striker hitam berkebangsaan Italia itu mendapat kartu kuning kedua, yang disusul dengan kartu merah, setelah melakukan pelanggaran yang sama sekali tak perlu pada Christian Noboa.
Keunggulan jumlah pemain membuat Rubin makin menggencarkan serangannya. Tercatat dua peluang mereka miliki dalam selang dua menit, setelah sepakan Cristian Ansaldi bisa dengan susah payah dimentahkan Cesar, aksi individu Alexander Ryazantsev yang menari-nari di barisan belakang Inter dan sukses melewati beberapa pemain lawan juga tak berbuah gol kedua karena bola yang dia tendang mengarah ke sisi luar gawang.
Gelombang serangan Rubin berlanjut melalui tendangan bebas Dominguez di menit 77, yang gagal berujung gol meski eksekusinya membuat Julio Cesar terlihat gugup mengantisipasi si kulit bundar. Rebound Dominguez sebagai lanjutan dari kejadian tersebut juga tak berkesudahan dengan gol karena bola bisa ditinju Cesar.
Inter benar-benar dipaksa bertahan di sisa pertandingan. Ancaman berikutnya yang datang adalah dari Bukharov yang gagal melepaskan tendangan ke arah sasaran, sedangkan sontekan Semak di tiang jauh, saat dia berdiri tanpa kawalan sementara Cesar sudah mati langkah, masih membentur tiang gawang.
Dalam posisi tertekan Inter sempat membuat kubu tuan rumah was-was, beruntung buat mereka lantara tandukan Samuel dari jarak sekitar sembilan meter juga cuma melambung ke atas mistar.
Tiga menit masa injury time yang diberikan wasit akhirnya dilalui tanpa gol tercipta. Skor akhir laga bertahan di angka 1-1.
Susunan pemain
Rubin Kazan: 77-Sergei Ryzhikov; 4-Cesar Navas, 76-Roman Sharonov, 3-Cristian Ansaldi, 9-Lasha Salukvadze; 15-Alexander Ryazantsev, 7-Sergei Semak, 16-Christian Noboa, 61-Gokdeniz Karadeniz; 10-Alejandro Dominguez (88-Alan Kasayev 86), 11-Alexander Bukharov
Inter Milan: 12-Julio Cesar; 13-Maicon, 25-Walter Samuel, 6-Lucio, 26-Cristian Chivu; 4-Javier Zanetti, 5-Dejan Stankovic, 19-Esteban Cambiasso (14-Patrick Vieira 79); 30-Mancini (7-Ricardo Quaresma 64), 9-Samuel Eto’o, 45-Mario Balotelli.
Sampdoria vs Internazionale
September 27, 2009 at 3:05 am (LuvLyInternazionale)
Genoa – Giampaolo Pazzini jadi mimpi buruk Inter kala melawan Sampdoria, Sabtu(26/9/2009) malam WIB. Gol tunggal Pazzini memberikan kekalahan pertama Nerazzuri di Seri A musim ini.
Dalam laga yang dihelat di Luigi Feraris, Inter sebenarnya relatif tampil dominan dengan menghasilkan beberapa peluang lewat duet Samuel Eto’o dan Diego Milito di depan. Namun lemahnya penyelesaian akhir dan kokohnya lini belakang Sampdoria membuat Inter kesulitan mencetak gol.
Kekalahan 0-1 ini membuat Inter harus merelakan tampuk klasemen beralih ke tangan Il Samp yang memiliki 15 poin dari enam laga yang telah dijalani. Pasukan Jose Mourinho ini untuk sementara tertahan di peringkat kedua dengan 13 poin.
Jalannya pertandingan
Tak banyak peluang yang dihasilkan kedua tim pada 20 menit laga berjalan. Baru pada menit ke-23, Inter membuka kesempatan pertama untuk mencetak gol lewat Esteban Cambiasso.
Diawali bola panjang ke sisi kiri jauh pertahanan Sampdoria, Milito yang berhasil mengejar bola pun lantas mengirimkan kepada Cambiasso. Namun tendangan first time gelandang Argentina itu masih dapat ditepis oleh kiper Sampdoria.
Di menit ke-28 Milito sukses melewati hadangan tiga pemain Sampdoria di dalam kotak penalti. Namun, tendangan terlalu lemah dan masih tepat di pelukan Luca Castelazzi.
Tendangan keras Reto Ziegler dari jarak 27 meter masih bisa dimentahkan oleh Julio Cesar dan menutup babak pertama dengan skor 0-0.
Pada menit ke-55, tendangan kerasa Mario Balotelli yang membentur salah seorang bek lawan memaksa Castelazzi menepis bola dan rebound pun gagal dimanfaatkan oleh Milito yang terpeleset.
Samuel Eto’o punya kesempatan untuk mencetak gol pada menit ke-70. Menerima umpan dari Milito, Eto’o melepaskan tendangan first time yang masih melebar di sisi kanan gawang Sampodria.
Sampdoria akhirnya mampu unggul di menit ke-72 melalui gol Pazzini. Menerima umpan Mannini dari sisi kanan, Pazzini yang merangsek dari belakang pun dengan mudah menceploskan bola ke jala Cesar yang sudah mati langkah.
Pada menit ke-84 Inter sebenarnya mencetak gol melalui Lucio. Sayang bek Brasil itu sudah terperangkap offside saat membelokkan tendangan Ricardo Quaresma.
Hingga laga berakhir, papan skor tetap menunjukkan angka 1-0 untuk kemenangan tuan rumah.
Susunan pemain:
Sampdoria: Castelazzi, Mannini (Franceschini 81′) , Gastadello, Lucchini, Ziegler, Palombo, Stankevicius, Poli (Tissone 65′), Cassano, Belucci (Zauri 69′), Pazzini.
Inter: Cesar, Maicon, Lucio, Samuel, Santon, Vieira (Stankovic 61′), Cambiasso (Quaresma 74′), Zanetti, Balotelli (Chivu 62′), Eto’o, Milito.

Internazionale vs Napoli
September 24, 2009 at 2:27 am (LuvLyInternazionale)
Milan – Duet maut milik Inter Milan Samuel Eto’o dan Diego Milito kembali jadi otak dibalik kemenangan timnya. Keduanya mencetak gol saat Il Nerazzuri menang 3-1 atas Napoli.
Laga yang dihelat di Giuseppe Meazza, Kamis (24/9/2009) dinihari WIB, seluruh gol dalam laga ini tercipta di babak pertama. Eto’o dan Milito membawa Inter unggul dua gol cepat di lima menit laga berjalan dan Lucio jadi pencetak gol ketiga tuan rumah.
Sementara itu Napoli mencetak gol hiburan melalui Ezequiel Lavezzi. Hingga pekan kelima ini, duet Eto’o dan Milito sudah menghasilkan delapan gol, di mana Eto’o tiga gol dan Milito lima gol.
Raihan tiga poin ini membawa anak asuh Jose Mourinho memimpin pucuk klasemen sementara dengan 13 poin. Il Partenopei -julukan Napoli- terdampar di peringkat ke-17 dengan empat poin.
Jalannya pertandingan
Eto’o membuka keunggulan Inter pada menit ke-3 lewat sepakannya di dalam kotak penalti memanfaatkan bola hasil sepak pojok. Tak sampai dua menit kemudian, sebuah umpan tarik Maicon mampu dituntaskan Milito dengan baik untuk membuat Inter unggul 2-0.
Napoli pun memperoleh kesempatan pertamanya pada menit ke-11. Sundulan Fabio Quagrialella meneruskan assist Christian Maggio masih melayang di atas mistar gawang Julio Cesar. Enam menit berselang, Quagrialella melalui tandukannya kembali membuat Cesar harus bersusah payah men-tip bola.
Pada menit ke-20, Eto’o menyia-nyiakan peluang untuk mencetak gol setelah Milito mengirimkan umpan daerah kepadanya.
Lucio memaksa kiper Napoli Morgan de Sanctis memungut bola untuk ketiga kalinya dalam laga ini pada menit ke-31. Memanfaatkan corner Wesley Sneijder, tandukan bek Brasil dari jarak dekat mengoyak gawang lawan.
Lima menit sesudahnya, Napoli menghidupkan peluangnya di laga ini setelah Lavezzi mencetak gol melalui tendangan dari jarak dekat yang menaklukkan Cesar.
Juan Zuniga hampir mencetak gol kedua Napoli dalam laga ini andai tendangan keras dari jarak 25 yard tak mampu ditepis dengan baik oleh Cesar. Skor 3-1 pun membawa kedua tim mengakhiri babak pertama.
Pada menit ke-68, Walter Samuel yang berdiri di tiang jauh menerima umpan free kick Maicon hampir membawa Inter kembali menjauh, kalau saja De Sanctis tak sigap mengamankan bola tersebut.
Hingga laga berakhir tak banyak peluang yang diciptakan kedua tim dan papan skor pun tetap memunculkan angka 3-1 untuk kemenangan Inter.
Susunan pemain:
Inter: Cesar, Chivu, Samuel, Lucio, Maicon, Cambiasso, Zanetti, Stankovic, Sneijder(Muntari 45′), Milito, Eto’o.
Napoli: De Sanctis, Santacroce(Aronica 60′), Cannavaro, Contini, Gargano, Hamsik, Maggio(Denis 68′), Bogliacino, Zuniga, Lavezzi, Quagrialella



