Bologna vs Internazionale
November 22, 2009 at 5:16 am (LuvLyInternazionale)
Bologna – Inter Milan memantapkan posisinya di puncak klasemen sementara usai melipat Bologna 3-1. Tambahan tiga poin membawa tim Biru Hitam kokoh di capolista dengan poin 32.
Inter melawat ke markas Bologna, Stadion Renato Dall’Ara, Minggu (22/11/2009) dinihari WIB. Ketiga gol Inter dibukukan oleh Diego Milito menit ke-22, Mario Balotelli tiga menit menjelang jeda, dan Esteban Cambiasso. Sementara gol tuan rumah dicetak Marcelo Zalayeta menit ke-23.
Kemenangan ini membawa tim besutan Jose Mourinho kokoh di puncak klasemen sementara Seri A dengan poin 32, unggul delapan poin dari runner up Juventus. Sayangnya kemenangan La Beneamata sedikit “dirusak” oleh kartu merah yang diterima Maicon.
Jalannya Pertandingan
Inter langsung menekan sejak menit awal. Bahkan pemain belakang Christian Chivu juga beberapa kali ikut menekan pertahanan Rossoblu.
Upaya Inter membuahkan hasil di menit ke-22. Gol ini berawal dari sepak pojok yang dilepas Maicon, bola kemudian gagal disapu dengan sempurna oleh para pemain Bologna. Diego Milito sukses memanfaatkan situasi tersebut untuk selanjutnya merobek gawang tuan rumah.
Keunggulan Nerazzurri hanya bertahan satu menit. Umpan Martins Adailton melewati dua pemain belakang Inter. Bola selanjutnya diterima Marcelo Zalayeta yang kemudian melepas tembakan yang menggetarkan jala Julio Cesar.
Kebobolan satu gol, Inter langsung bereaksi. Menit ke-30 Mario Balotelli tinggal berhadap-hadapan dengan penjaga gawang Emiliano Viviano. Namun aksinya yang berusaha melewati Viviano bisa digagalkan oleh kiper Bologna tersebut.
Enam menit berselang, tiang gawang menggagalkan upaya Inter untuk kembali unggul. Bola sepakan Dejan Stankovic membentur tiang gawang, selanjutnya bergulir di depan mulut gawang, dan membentur tiang gawang sisi yang lain.
Tiga menit menjelang jeda, striker muda Mario Balotelli membawa tim tamu kembali memimpin usai tandukannya yang menyambut tendangan sudut Maicon gagal dibendung Viviano. Skor 2-1 untuk Inter bertahan hingga turun minum.
Masuknya Samuel Eto’o di babak kedua membuat daya gedor La Beneamata semakin kencang. Alhasil anak buah Jose Mourinho lebih banyak melancarka tekanan. Kerjasama Eto’o dan Milito di menit ke-57 masih melambung di atas gawang Bologna.
Inter mempertegas keunggulan di menit ke-72 melalui sepakan Esteban Cambiasso. Pemain asal Argentina ini sukses menuntaskan kerjasama dengan Milito.
Di menit akhir laga, Inter harus bermain sepuluh orang akibat Maicon menerima kartu merah. Espulso diberikan akibat pemain asal Brasil ini didakwa bertindak tak menghormati perangkat pertandingan.
Susunan Pemain
Bologna: Viviano; Britos, Portanova, Guana (Zenoni 85′), Lanna, Raggi, Adailton, Valiani (Mudingayi 60′), Minazzini, Zalayeta (Osvaldo 70′), Di Vaio
Inter: Julio Cesar; Samuel, Lucio, Cambiasso, Chivu, Zanetti, Maicon, Stankovic (Vieira 75′), Motta, Balotelli (Eto’o 46′), Milito (Mancini 79′)
Internazionale vs AS Roma
November 9, 2009 at 12:27 am (LuvLyInternazionale)
Milan – Inter Milan gagal menjauh di puncak klasemen Seri A setelah pada laga di Giueseppe Meazza, Senin (9/11/2009) dinihari WIB, Il Nerazzurri ditahan imbang oleh AS Roma dengan skor 1-1.
Laga berjalan sangat seru untuk kedua tim, baik Inter maupun Roma sama-sama melancarkan serangan meskipun Inter relatif lebih dominan.Roma unggul dulu di babak pertama lewat gol Mirko Vucinic. Di babak kedua Samuel Eto’o mencetak gol yang menyamakan kedudukan.
Raihan satu poin ini tetap menempatkan La Beneamata di pucuk tertinggi musim ini dengan 29 poin, selisih lima poin dari Juventus yang berada di bawahnya. Untuk Il Lupi, poin berharga itu mengangkat posisi mereka naik satu peringkat ke tangga ke-13 dengan 15 poin dari 12 laga yang telah dijalani.
Hasil ini juga menambah rekor Inter yang tidak bisa mengalahkan Pasukan Serigala Ibukota itu bila berlaga di Milan selama tiga musim terakhir. Pada dua musim sebelumnya, Inter bisa hanya mampu bermain sama kuat 1-1 dan 3-3.
Jalannya pertandingan
Inter mendapat ancaman di menit ke-3 lewat Mirko Vucinic. Lolos jebakan dari offside usai mendapat umpan terobosan dari Danielle De Rossi, Vucinic berlari menuju kotak penalti dan berhasil mengecoh Julio Cesar. Beruntung, Lucio segera mengamankan bola yang berada di kaki Vucinic dan selamatlah gawang Inter.
Sepuluh menit berselang, Vucinic membayar kesalahannya dengan mencetak gol pembuka di laga ini. Menerima crossing Marco Motta, Vucinic yang memenangi duel udara dengan Lucio sukses menanduk bola untuk merobek jala Cesar, 1-0 Roma memimpin.
Di menit ke-18, Diego Milito punya kesempatan untuk menyamakan skor. Duel satu lawan satu dengan bek Roma mampu dimenanginya, namun tendangan kaki kanan Milito di dalam kotak penalti masih tak mampu menaklukkan Julio Sergio di bawah mistar Roma.
Kesalahan Philipe Mexes dalam melakukan backpass di menit ke-26 hampir saja merugikan Roma. Untung Sergio dapat men-tip bola dan Dejan Stankovic yang berada di dekatnya tak mampu memanfaatkan bola rebound untuk dijadikan gol.
Roma nyaris saja menggandakan keunggulannya di menit ke-35 andai saja sepakan bebas John Arne Riise di luar kotak penalti tak mampu ditepisnya dengan baik.
Di menit ke-37 Sulley Muntari punya peluang lewat sebuah crossing tajam ke kotak penalti yang masih dapat diamankan dengan baik oleh Sergio. Sebuah sepakan kaki kiri keras Thiago Motta tiga menit setelahnya dari luar kotak penalti masih tepat mengarah ke pelukan Sergio.
Memasuki babak kedua, Jose Mourinho yang merasa permainan Inter kurang berkembang di paruh pertama memasukkan Wesley Sneijder untuk menggantikan Muntari dan Mario Balotelli untuk Patrick Vieira.
Dua menit babak kedua berjalan Inter akhirnya mampu menyamakan kedudukan. Berawal dari kemelut di depan kotak penalti Roma, bola pun mengarah ke Motta ke yang lantas mengumpan ke Samuel Eto’o di kotak penalti. Dengan sekali memutar badan, penyerang Kamerun itu melepaskan tendangan kaki kiri yang merobek jala Sergio.
Roma menekan di menit ke-62. Vucinic yang menerima bola di depan kotak penalti Inter, menempatkan bola ke arah Jeremy Menez. Nama terakhir pun langsung melepaskan tembakan first time yang memaksa Cesar menepisnya dengan susah payah.
Stefan Okaka sempat membuat jantung Interisti berdebar di menit ke-69 lewat aksi solo run melewati beberapa pemain Inter. Untung sepakan pemain muda Roma itu masih melayang di atas mistar gawang Cesar.
Pada menit ke-84 Inter mengancam gawang Roma lewat sepakan Mario Balotelli yang masih jauh dari sasaran. Hingga berakhirnya laga papan skor pun tetap bertahan di angka 1-1.
Susunan pemain:
Inter: Cesar, Maicon, Lucio, Samuel, Zanetti, Vieira (Balotelli 45′), Muntari (Sneijder 45′), Motta (Cambiasso 63′), Stankovic, Milito, Eto’o
Roma: Sergio, Andreolli, Mexes, Marco Motta, Riise, De Rossi (Faty 36′), Perotta, Pizarro, Brighi, Vucinic (Okaka 67′), Menez (Tonetto 75′)

Dynamo Kiev vs Internazionale
November 5, 2009 at 3:45 pm (LuvLyInternazionale)
Kiev – Inter Milan meraih kemenangan pertamanya di Grup F usai menekuk Dinamo Kiev 2-1. Inter ketinggalan duluan sebelum membalikkan keadaan lewat sepasang gol telat.
Setelah tiga pertandingan selalu diakhiri dengan hasil seri, Nerazzuri akhirnya meraup poin penuh di matchday 4 Liga Champions di kandang Dinamo, Kamis (5/11/2009) dinihari WIB.
Hasil ini bikin Inter untuk sementara memimpin Grup F dengan nilai 6, unggul dari Barcelona dan Rubin Kazan yang sama-sama punya poin 5 dan Dinamo yang memiliki angka 4.
Kemenangan atas Dinamo diraih Inter berkat sepasang gol dari Diego Milito dan Wesley Sneijder yang dibuat dalam lima menit terakhir pertandingan. Sebelumnya, Andriy Shevchenko sudah bikin Dinamo unggul sedari menit ke-21.
Jalannya Pertandingan
Baru tiga menit pertandingan berlangsung, Wesley Sneijder langsung mengancam. Usai menerima sodoran bola dari Diego Milito, Sneijder melepaskan tembakan keras yang nyaris menjebol gawang Dinamo.
Inter punya peluang lagi di menit ke-18. Kiper Julio Cesar melayangkan bola ke Milito yang meneruskan ke Eto’o. Tapi sepakan Eto’o masih belum tepat sasaran.
Tiga menit kemudian Dinamo mengejutkan Inter. Artem Milevskiy memberikan bola kepada Andriy Shevchenko yang lantas melepaskan tembakan keras dari tepi area penalti dan bersarang dalam gawang Inter.
Inter membuang peluang di menit ke-36. Dejan Stankovic memberikan bola ke Eto’o yang lantas bekerja sama dengan Milito tapi lagi-lagi bola belum membahayakan gawang Stanislav Bogush.
Empat menit jelang jeda, Shevchenko mendapatkan bola umpan dari Milevskiy. Namun, kombinasi keduanya tak lagi berbuah gol karena arah bola masih melebar.
Satu peluang kembali terbuang untuk Inter. Dari tendangan bebas, Sneijder melayangkan bola yang lantas ditanduk Walter Samuel. Tidak terkawal, hasil sundulannya masih melebar.
Dinamo mencatat peluang pada menit 62. Umpan jauh Roman Eremenko dikuasai Sheva yang lantas meneruskan ke Milos Ninkovic. Tapi bola sepakan Ninkovic kemudian masih jauh dari sasaran.
Inter kemudian membuat dua peluang gagal lagi. Yang pertama terjadi pada menit 66 setelah tandukan Eto’o dari jarak dekat gagal berbuah gol dan dua menit kemudian giliran mistar yang menggagalkan bola hasil tandukan Samuel masuk ke dalam gawang.
Eto’o melepaskan umpan ke arah Mario Balotelli di menit ke-71. Pertahanan Dinamo terbelah kendati sepakan Balotelli masih tidak tepat sasaran.
Milito! Inter akhirnya menyamakan kedudukan juga lewat Milito empat menit menjelang bubaran. Dari sisi kiri, Sneijder memberikan bola kepada Milito yang kemudian mengecoh kipe Bogush. Pemain Dinamo mengklaim offside tapi wasit tak sependapat.
Di menit-menit akhir, Inter kembali bikin gol. Kesalahan kiper Bogush usai memblok tendangan Sulley Muntari dapat dimanfaatkan Milito yang mengembalikan bola ke belakang untuk diteruskan Sneijder. 2-1 untuk Inter.
Susunan Pemain:
Dynamo Kiev: Bogush; Eremenko, Khacheridi, Leandro Almeida, Magrao; Shevchenko, Mikhalik, Vukojevic, Yarmolenko; Ninkovic; Milevskiy (Gusev 70)
Inter: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Samuel (Muntari 79), Chivu (Balotelli 46); Zanetti, Cambiasso (Thiago Motta 46), Stankovic; Sneijder; Milito, Eto’o

Livorno vs Internazionale
November 2, 2009 at 8:38 pm (LuvLyInternazionale)
Livorno – Inter semakin mantap di puncak klasemen sementara Seri A, menyusul kemenangan 2-0 atas Livorno. Dua gol La Beneamata dikemas oleh Diego Milito dan Douglas Maicon.
Inter melawat ke markas Livorno, Stadion Armando Pichi, Minggu (1/11/2009) malam WIB.
Nerazzuri membuka skor di menit ke-49 melalui Diego Milito. Gol Maicon sepuluh menit menjelang bubaran mengunci kemenangan Inter 2-0.
Raihan tiga poin membawa anak buah Jose Mourinho ini semakin kokoh di puncak klasemen sementara dengan poin 28, unggul tujuh poin dari runner up Juventus.
Jalannya Pertandingan
Pertarungan ketat di lapangan tengah mewarnai laga antara Livorno kontra Inter Milan. Tuan rumah mampu mengimbangi permainan yang diperagakan para pemain Inter.
Gelandang Inter Sulley Muntari harus mengalami perawatan akibat berbenturan dengan Diniz di menit ke-19. Muntari akhirnya ditarik keluar dan digantikan oleh Esteban Cambiasso.
Kedua tim saling melancarkan tekanan, namun hingga setengah jam laga berjalan belum ada ancaman yang cukup berarti.
Livorno memiliki peluang di menit ke-37. Tendangan bebas yang dilepas Antonio Candreva bisa digagalkan oleh Julio Cesar yang menjaga gawang Inter.
Guna memecah kebuntuan pelatih Inter Jose Mourinho memasukkan Samuel Eto’o guna menggantikan Rene Krhin.
Empat menit setelah jeda Inter membuka skor lewat Diego Milito. Usai menerima umpan dari Dejan Stankovic, striker asal Argentina itu sedikit mengontrol bola sebelum melepas tembakan yang gagal dihentikan kiper Alfonso De Lucia.
Tertinggal satu gol Livorno berusaha untuk mengejar. Menit ke-62, sebuah umpan yang dilepas Mirko Pieri sukses dihalau Lucio sebelum bola mengarah ke Francesco Tavano.
Sepuluh menit berselang, aksi Tavano menghadirkan ancaman bagi Nerazzuri. Namun sepakannya masih belum melayang di atas gawang tim tamu.
Inter menambah skor sepuluh menit menjelang bubaran melalui tendangan kaki kiri bek asal Brasil, Maicon. Skor 2-0 bertahan hingga laga berakhir.
Susunan Pemain
Livorno: De Lucia; Knezevic, Miglionico, Diniz, Vitale (Danilevicus 54′), Moro, Candreva, Pieri, Raimondi, Tavano, Pulzetti (Dionisi 72′)
Inter: Julio Cesar; Lucio, Cordoba, Zanetti, Maicon, Vieira, Muntari (Cambiasso 29′), Krhin (Eto’o 46′), Amantino Mancini, Stankovic (Samuel 68′), Milito




