Internazionale vs Palermo
October 30, 2009 at 12:37 pm (LuvLyInternazionale)
Milan – Inter Milan sukses meraih kemenangan 5-3 atas Palermo di kandang sendiri. Namun demikian, tim tamu membuat La Beneamata berdebar-debar lantaran sempat mengejar ketertinggalan mereka.
Pada pertandingan yang dihelat di Stadion San Siro, Jumat (30/10/2009) dinihari WIB, Inter sudah unggul 4-0 di babak pertama. Keempat gol pasukan Jose Mourinho ini masing-masing disumbangkan oleh Samuel Eto’o (menit 7–penalti–dan 43), Mario Balotelli (34 dan 42).
Namun di babak kedua Palermo mampu mengejar dan mempertipis ketinggalan menjadi 3-4 lewat gol-gol Fabrizio Miccoli (49 dan 67) dan Abel Hernandez (62). Beruntung bagi Inter, mereka memiliki Diego Milito.
Penyerang internasional Argentina itu masuk di menit 48 untuk menggantikan Balotelli dan akhirnya tampil sebagai penyelamat. Golnya di menit 83 memastikan kemenangan Nerazzurri menjadi 5-3.
Dengan hasil ini Inter kian kokoh di puncak klasemen dengan koleksi nilai 25. Sementara Palermo tetap berada di urutan tujuh dengan raihan nilai 15.
Jalannya Pertandingan
Inter mendapatkan hadiah penalti ketika laga baru berjalan tujuh menit ketika Balotelli dijatuhkan di kotak terlarang. Eto;o maju menjadi eksekutornya. Sepakan penyerang asal Kamerun ini mengarah ke pojok kiri bawah gawang dan tak bisa dihalau kiper Salvatore Sirigu.
Sepuluh menit berselang, Palermo nyaris menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Sepakan Fabio Simplicio dari luar kotak penalti mengaarah tepat ke gawang Inter. Sial baginya, Julio Cesar masih bisa terbang dan menghalau sepakannya itu.
Inter akhirnya menggandakan keunggulan pada menit 34. Kalau di gol pertama Balotelli menjadi penyebabnya, maka kali ini ia menjadi pendulangnya. Sundulannya menyambut sebuah sepak pojok sukses membuat Sirigu memungut bola dari jala sendiri untuk kedua kalinya.
Tiga menit menjelang turun minum, Balotelli mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini. Umpan Dejan Stankovic kepada Esteban Cambiasso diteruskan oleh nama terakhir dengan sebuah sundulan. Bola mengarah ke gawang, di mana Balotelli kemudian menyonteknya masuk.
Hanya butuh satu menit bagi Inter untuk memperbesar kedudukan menjadi 4-0. Lagi-lagi Balotelli turut andil. Operannya kepada Eto’o dari sisi kanan berhasil dimanfaatkan dengan sebuah sepakan. Gol kedua Eto’o dalam laga ini dan gol keempat untuk Inter.
Palermo baru bisa bangkit di babak kedua. Fabrizio Miccoli memperkecil ketertinggalan mereka di menit 49 setelah bola chip-nya menyabut umpan panjang dari belakang tak mampu dihalau oleh Julio Cesar. Moral tim tamu pun bangkit.
Mereka kembali mencetak gol di menit 62. Operan Javier Pastore dari sisi kanan berhasil disambut dengan baik oleh Abel Hernandez, yang baru masuk di babak kedua. Sontekan Hernandez sukses membuat jala Inter bobol lagi.
Mencetak dua gol, semangat Palermo semakin menggebu-gebu. Hasilnya di menit 67 mereka pun mempertipis kedudukan menjadi 3-4 lewat gol kedua Miccoli. Gol ini tercipta setelah dirinya memaksimalkan umpan yang dilepaskan oleh Hernandez. Inter dalam bahaya.
Hanya saja gol berikutnya yang terjadi bukanlah gol penyama kedudukan untuk Palermo, melainkan gol kelima untuk Inter. Maicon yang berlari di sisi kanan kemudian mengumpan ke arah kotak penalti, di mana di sana telah berdiri Diego Milito. Milito pun sukses mengkonversikannya menjadi gol dan membuat skor berubah menjadi 5-3.
Palermo nyaris mencetak gol lagi di menit 89. Hernandez menyambut umpan terobosan dari Miccoli dan melepaskan sebuah sepakan. Sial baginya, bola masih melambung di atas mistar gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan kedudukan 5-3 tetap bertahan.
Susunan Pemain
Inter Milan: Julio Cesar, Walter Samuel, Ivan Cordoba, Cristian Chivu (Davide Santon 45), Maicon, Esteban Cambiasso, Dejan Stankovic, Seulley Muntari, Javier Zanetti, Mario Balotelli (Diego Milito 48), Samuel Eto’o (Thiago 74).
Palermo: Salvatore Sirigu, Simon Kjaer, Giulio Migliaccio, Dorin Goian, Fabio Simplicio (Antonio Nocerino 85), Mark Bresciano, Javier Pastore (Nicolas Bertolo 84), Cristian Costel Melinte (Abel Hernandez 45), Mattia Cassani, Fabrizio Miccoli, Edison Cavani.

Internazionale vs Catania
October 25, 2009 at 4:53 pm (LuvLyInternazionale)
Milan – Inter Milan meraih kemenangan tipis 2-1 atas Catania di kandang sendiri. Tetapi hasil itu sudah cukup untuk mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen.
Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (25/10/2009) dinihari WIB, Inter unggul lebih dulu lewat gol Sulley Muntari pada menit 13. Kesalahan kiper Andrea Campagnolo turut andil dalam gol ini.
Gol kedua dicetak oleh Wesley Sneijder terjadi pada menit 32 melalui sebuah eksekusi tendangan bebas. Catania akhirnya memperkecil kedudukan pada menit 84 setelah penalti Giuseppe Mascara tak mampu dihadang kiper Julio Cesar.
Hasil ini menempatkan Inter kembali ke puncak klasemen dengan nilai 21. Beberapa jam sebelumnya, posisi tersebut sempat ditempati oleh Sampdoria yang meraih kemenangan 4-1 atas Bologna.
Sementara Catania, posisi mereka tetap di urutan 16 dengan koleksi nilai tujuh.
Sembilan menit pertandingan berjalan, Lucio mendapatkan peluang dari sebuah sepak pojok. Sundulannya mengarah tepat ke gawang Catania, tetapi Andrea Campagnolo masih bisa menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.
Inter akhirnya unggul lebih dulu ketika laga memasuki menit 13. Umpan panjang Sulley Muntari kepada Samuel Eto’o salah diantisipasi oleh Campagnolo. Akibatnya, bola akhirnya malah meluncur ke dalam jalanya sendiri. 1-0 untuk Inter.
Catania membalas di menit 20 lewat Ezequiel Carboni. Tetapi tendangannya yang mengarah tepat ke gawang Inter masih bisa ditepis oleh kiper Julio Cesar. Tak ada gol, hanya tendangan penjuru.
Patrick Vieira mencoba perutnungannya pada menit 28, tetapi sepakannya masih melambung di atas mistar gawang. Inter kembali memperoleh peluang beberapa saat kemudian dan kali ini bisa mengkonversikannya menjadi gol.
Berawal dari pelanggaran Marco Biagianti kepada Eto’o, Inter pun mendapatkan hadiah tendangan bebas. Wesley Sneijder yang menjadi algojonya sukses menambah keunggulan tuan rumah menjadi 2-0. Skor tersebut bertahan sampai turun minum.
Di babak kedua, Inter tak banyak menciptakan peluang. Sebaliknya Catania sedikit memberikan perlawanan. Pada menit 80 Giuseppe Mascara melepaskan sebuah tendangan ke arah gawang, tetapi masih bisa dihalau oleh Lucio.
Catania baru bisa membobol jala Inter pada menit 84 setelah Gianvito Plasmati dijatuhkan Julio Cesar di kotak terlarang. Mascara yang menjadi algojonya tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Skor berubah menjadi 2-1.
Dua menit menjelang laga usai, Eto’o nyaris memperbesar kedudukan Inter. Sial baginya, tendangan bebas yang dieksekusinya masih melebar dari sasaran. Skor 2-1 pun bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.
Susunan Pemain
Inter Milan: Julio Cesar, Ivan Cordoba, Lucio, Patrick Vieira, Cristian Chivu, Maicon, Wesley Sneijder (Dejan Stankovic 74), Sulley Muntari (Rene Krhin 85), Javier Zanetti, Mario Balotelli, Samuel Eto’o (Marco Materazzi 88).
Catania: Andrea Campagnolo, Nicolas Spolli, Matias Silvestre, Ciro Capuano, Alessandro Potenza, Ezequiel Carboni, Marco Biagianti (Giuseppe Mascara 45), Mariano Izco (Pablo Ledesma 45), Takayuki Morimoto, Cristian Llama, Gennaro Delvecchio (Gianvito Plasmati 76).

Internazionale vs Dynamo Kiev
October 21, 2009 at 7:04 am (LuvLyInternazionale)
Milan – Tiga pertandingan telah dilakoni Inter Milan dan belum sekalipun mereka memenanginya. Dalam laga hari Rabu (21/10/2009) dinihari WIB di kandang sendiri, mereka dipaksa bermain imbang 2-2 oleh Dynamo Kiev.
Inter bahkan dua kali tertinggal dari tamunya yang berasal dari Ukraina itu. Namun Dejan Stankovic dan Walter Samuel membuat skuad Jose Mourinho terhindar dari kekalahan, walaupun juga gagal meraup poin penuh.
Publik Giuseppe Meazza dibuat terkejut oleh gol Kiev di menit kelima melalui tembakan Taras Mikhalik. Stankovic menyamakan kedudukan di menit 35, tapi Lucio melakukan bunuh diri yang membuat Inter tertinggal 1-2 di akhir babak pertama.
Samuel menjadi penyelamat kedua Inter lewat gol sundulannya beberapa menit setelah turun minum. Sampai akhir pertandingan skor tidak berubah lagi, tetap 2-2.
Hasil ini membuat Inter bahkan harus menunggui dasar klasemen sementara Grup F dengan nilai tiga. Mereka sementara kalah satu angka dari tiga rivalnya, Barcelona, Rubin Kazan, dan Kiev.
Jalannya pertandingan
Samuel Eto’o sudah pulih dari cedera dan dimainkan sebagai starter. Ia menjadi striker tungal, ditopang oleh Stankovic dan Wesley Sneijder, yang bermain gemilang saat pemegang titel scudetto dalam empat musim terakhir itu menang telak 5-0 atas Genoa dalam laga domestik akhir pekan lalu.
Dynamo tampil agresif di awal pertandingan dan sudah memperoleh tendangan sudut di menit ketiga. Tak lama kemudian mereka bahkan mendulang gol yang bermula dari tendangan bebas. Dua pemain Inter gagal menyapu bola dan Mikhailik memanfaatkannya dengan melepaskan tembakan ke arah gawang, dan gawang Cesar pun jebol.
Inter tidak cepat mereaksi gol tersebut karena permainannya mandeg. Dynamo bahkan memberi tekanan lagi ketika sundulannya tipis di atas mistar gawang Inter. Catatan buat Shevchenko adalah dia pernah mencetak 14 gol untuk AC Milan dalam 20 pertandingan melawan La Beneamata.
Permainan Inter membaik selepas menit ke-20. Hasilnya, di menit 35 Stankovic berhasil menyamakan kedudukan. Ia mengalahkan seorang bek lawan dan kiper Stanislav Bogush yang menyongsongnya jauh dari wilayahnya, setelah mendapat umpan terobosan dari Lucio.
Ironisnya buat Lucio, lima menit kemudian ia melakukan kesalahan fatal yang merugikan timnya. Bek internasional Brasil itu menceploskan bola ke gawang sendiri saat menghadapi sepak pojok. Skor 2-1 untuk Dynamo bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua Mourinho menarik Sulley Muntari dan memasukkan David Suazo. Tak seberapa lama, Inter mencetak gol balasan yang kedua buatan Samuel. Ia menyundul masuk bola tendangan sudut Sneijder. Itulah gol kedua Samuel dalam 49 penampilannya di Liga Champions.
Eto’o mendapat sebuah peluang tapi dipatahkan kiper Bogush. Sebaliknya, Cesar pun mematahkan serangan Dyanmo melalui Milos Ninkovic.
Di menit 73 terjadi keadaan yang mencekam buat fans tuan rumah. Kesalahan Lucio membuat Shevchenko punya kesempatan besar untuk menciptakan gol karena tinggal berhadapan dengan Cesar. Akan tetapi tendangan Shevchenko melebar.
Suazo memperoleh peluang terbesar di menit 85. Setelah Javier Zanetti bekerja keras menyerbu dari sayap kanan, Suazo mendapat sodoran manis di dalam kotak penalti, tapi tembakannya melenceng!
Susunan pemain:
Inter: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Samuel, Chivu; Zanetti, Cambiasso (Materazzi 86), Muntari (Suazo 46); Stankovic (Vieira 86), Sneijder; Eto’o
Dynamo Kiev: Bogush; Eremenko, Khacheridi, Leandro Almeida, Magrao (Betao 70); Shevchenko, Mikhalik, Vukojevic, Ninkovic (Yusev 69), Yarmolenko; Milevskiy (Kravets 92)

Genoa vs Internazionale
October 18, 2009 at 7:25 am (LuvLyInternazionale)
Genoa – Inter Milan memperlihatkan superioritasnya di depan Genoa dalam partai lanjutan Seri A. Bertindak sebagai tamu, Nerazzurri pulang dengan kemenangan telak lima gol tanpa balas.
Stadion Luigi Ferraris, markas Genoa, menjadi saksi keganasan Inter. Padahal, dalam pertandingan yang digelar Minggu (18/10/2009) dinihari itu, Inter tampil tanpa Samuel Eto’o dan Diego Milito.
Enam menit pertandingan berjalan, Inter sudah membungkam suporter tuan rumah ketika Esteban Cambiasso berhasil memanfaatkan kemelut menjadi gol. Tendangan jarak dekat Cambiasso berbelok arah karena membentur Emiliano Moretti, membuat kiper Marco Amelia tak berdaya.
Dejan Stankovic memperoleh peluang apik di menit ke-13 ketika sodoran Wesley Sneijder menujunya. Walau begitu, tendangan Stankovic dari dalam kotak penalti masih menyamping ke kanan gawang Genoa.
Tepat di marka setengah jam waktu pertandingan, Inter memperlebar keunggulannya. Persis dengan peluang Stankovic, kali ini giliran Mario Balotelli yang dimanja umpan Sneijder. Dengan jitu, Balotelli melepas tembakan terarah menembus gawang Amelia.
Genoa sudah sangat dekat dengan golnya di menit 40. Omar Milanetto berhasil membobol gawang Julio Cesar tetapi gol itu dianulir wasit karena Milanetto berada dalam posisi off-side.
Menutup babak pertama, Inter berhasil unggul 3-0. Amelia bermaksud membuang bola, tapi si kulit bundar jatuh ke Stankovic yang tanpa ampun melepas voli dari jarak separuh lapangan yang tak mampu dikejar Amelia.
Saat memasuki masa jeda ini terjadi sebuah insiden. Kiper cadangan Genoa Alessio Scarpi terlihat menarik-narik bek Inter Maicon dan Lucio. Scarpi pun dikenai kartu merah.
Di babak kedua, serangan Inter tak jua mengendur. Hasilnya, Patrick Vieira yang turun sebagai pemain pengganti berhasil mencetak gol keempat setelah tembakan kaki kirinya gagal dihadang Amelia di menit 66.
Empat menit kemudian, La Beneamata sudah unggul 5-0 melalui gol Maicon. Menguasai bola liar dari perebutan antara Sulley Ali Muntari dengan beberapa pemain Genoa, Maicon dengan mudah menjebol gawang Amelia melalui sepakannya.
Genoa yang tak berdaya mencoba memberikan perlawanan terakhirnya. Di menit 82, Raffaele Paladino melepaskan tendangan dari sudut sempit di sisi kiri tapi tembakannya ditangkap kiper Julio Cesar.
Wasit pun meniup peluit panjang tanda usainya laga dengan skor akhir Inter 5 dan Genoa 0. Kemenangan ini membuat si ‘Biru Hitam’ kokoh di puncak Seri A dengan nilai 19.
Susunan pemain
Genoa: Amelia; Moretti, Bocchetti, Biava; Papastrathopoulos (Tomovic 69), Milanetto, Zapater, Modesto; Palladino, Floccari (Crespo 62), Sculli (Palacio 62)
Inter: Julio Cesar; Maicon, Samuel (Cordoba 77), Lucio, Chivu; J. Zanetti, Cambiasso (Vieira 46), Muntari, Stankovic, Sneijder (Mancini 73); Balotelli

Internazionale vs Udinese
October 4, 2009 at 9:38 am (LuvLyInternazionale)
Milan – Inter Milan berhasil bangkit dari kekalahannya atas Sampdoria pekan lalu. Menjamu Udinese, Nerazzurri harus menunggu hingga injury time saat Wesley Sneijder mencetak gol kemenangan.
Bertanding di bawah dukungan suporter setianya di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (4/10/2009) dinihari WIB, Inter berharap dapat menghapus memori buruk saat disapu Sampdoria 0-1.
Hasilnya, Inter sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Dejan Stankovic, tetapi tak lama kemudian dibalas oleh gol Antonio Di Natale. Gol Sneijder menjadikan Inter akhirnya menang 2-1.
Tiga angka ini membuat posisi Inter di klasemen terangkat ke posisi teratas dengan nilai 16. Posisi pasukan Jose Mourinho bisa disusul lagi oleh Sampdoria dan Juventus yang baru bertanding malam ini.
Jalannya pertandingan
Sempat berjalan lambat pada awalnya, tensi pertandingan langsung terangkat berkat gol Stankovic di menit 22. Menerima umpan terbosan Samuel Eto’o, tendangan keras Stankovic sukses merobek jala Udinese.
Akan tetapi Inter cuma punya waktu lima menit untuk merayakan gol itu. Menit 27, Di Natale dengan dingin mengecoh jebakan off-side dan dengan satu tendangan terarah mengubah skor jadi 1-1.
Tiga menit sebelum turun minum, Udinese bisa saja berbalik memimpin. Menerima bola dengan punggung menghadap gawang Inter, Alexis Sanchez dengan cepat membalikkan badan dan menembak, tetapi bola melejit ke langit.
Di babak kedua, Udinese terus saja mengancam Inter. Menit 51, Di Natale gagal menceploskan gol keduanya karena tendangannya dari jarak dekat masih melambung tinggi.
Menit 67, Inter mendapat peluang emas. Sebuah tendangan Stankovic bisa ditepis kiper Samir Handanovic dan bola rebound mengarah ke Sulley Muntari. Namun tendangan Muntari tak menemui sasaran karena melambung tinggi.
Pertandingan tinggal bersisa tiga menit, Eto’o menggiring bola sendirian dan menembak. Gol gagal tercipta karena Handanovic dengan lincah menepis si kulit bundar dengan kakinya.
Semenit kemudian, jantung pendukung Inter dibuat nyaris terhenti ketika Simone Pepe melepas umpan yang meloloskan Di Natale. Berhadapan satu lawan satu dengan kiper Julio Cesar, tendangan Di Natale terlalu lemah dan bisa ditangkap.
Inter terus berusaha mencari gol kemenangan dengan tekanan total. Di menit kedua injury time, sebuah tendangan Sneijder dari sisi kiri kotak penalti tak mampu ditahan Handanovic dan Inter pun berhak atas tiga angka.
Susunan pemain
Inter: Julio Cesar; Zanetti, Samuel, Lucio (Santon 88), Chivu; Stankovic, Cambiasso, Sneijder, Muntari (Suazo 72); Eto’o, Milito (Balotelli 25)
Udinese: Handanovic; Basta (Zapata 70), Domizzi, Coda, Lukovic; Sanchez, D’Agostino, Inler, Pepe (Pasquale 90); Flores (Corradi 75), Di Natale



