Rubin Kazan vs Internazionale
September 30, 2009 at 7:44 am (LuvLyInternazionale)
Kazan – Inter Milan kembali cuma meraih hasil imbang dalam lanjutan Liga Champions. Diwarnai kartu merah Mario Balotelli, Nerazzurri bermain 1-1 saat bertandang ke klub debutan, Rubin Kazan.
Inilah untuk kali kedua Inter bermain imbang di fase grup Liga Champions. Dua pekan lalu mereka juga cuma dapat satu poin setelah bermain tanpa gol saat menjamu juara bertahan, Barcelona.
Dengan dua poin dimiliki, anak asuh Jose Mourinho naik ke posisi dua klasemen. Namun dengan El Barca yang baru akan bertanding dengan Dinamo Kiev beberapa menit lagi, posisi mereka masih bisa tergusur, tentunya jika Xavi Hernandes cs bisa meraih poin maksimal.
Main imbang menghadapi klub sekelas Rubin seakan melanjutkan catatan buruk Inter, akhir pekan kemarin mereka menelan kekalahan pertamanya saat ditundukkan Sampdoria 0-1. Inter justru terbilang beruntung bisa pulang membawa satu poin lantaran mereka sempat berada dalam tekanan hebat setelah Balotelli diusir pada menit 60.
Jalannya pertandingan
Inter Milan turun dengan skuad yang sedikit berbeda dalam lawatannya ke Central Stadium, Kazan, Rabu (30/9/2009) dinihari WIB. Di lini depan Samuel Eto’o dipasangkan dengan Mario Balotelli. Sementara posisi Wesley Sneijder juga diberikan pada Mancini.
Dengan komposisi seperti itu, Inter tampil kurang menggigit. Justru Rubin, sang juara Liga Rusia, yang lebih menguasai jalannya pertandingan sebelum akhirnya bisa lebih dulu unggul saat pertandingan masuk menit 11.
Gol pembuka tuan rumah datang dari aksi individu Dominguez. Striker asal Argentina itu meliuk-liuk melewati Lucio, Walter Samuel lalu kemudian Maicon sebelum kemudian melepaskan tendangan keras ke bagian atas gawang tanpa mampu dihalau kiper Julio Cesar. Gol ini dapat sambutan luar biasa dari publik tuan rumah.
Dua menit berselang Dominguez nyaris mencetak gol keduanya, kali ini sepakan striker 28 tahun itu berhasil ditepis Cesar dan cuma berbuah tendangan sudut.
Mantan pemain River Plate itu kembali membuat pemain Inter ketar-ketir lewat aksinya di menit 18, sukses memperdaya Cristian Chivu, dia melepaskan umpan berakurasi tinggi pada Cesar Navas yang berdiri di tiang jauh. Tak ada gol dari prosesi ini lantaran tandukan pemain bertahan itu melayang di atas mistar.
Setelah sebuah tendangan Samuel Eto’o berhasil dihadang kiper Sergei Ryzhikov dan Mancini yang gagal meneruskan umpan mantan pemain Barcelona itu menjadi gol, Inter akhirnya menyamakan kedudukan di menit 27. Gol pertama Inter ini diawali dari tusukan Maicon di sisi kiri pertahanan tuan rumah. Melepaskan umpan silang terukur ke kotak penalti, Stankovic yang berdiri tanpa kawalan melepaskan tandukan bertenaga yang tak kuasa dihalau kiper Ryzhikov.
Satu menit berselang Inter nyaris merayakan pesta keduanya. Namun kegagalan Balotelli menyambar bola saat kiper Ryzhikov sudah mati langkah membuat skor 1-1 batal berubah.
Di awal babak kedua, kembali Rubin yang terlihat lebih dominan. Salah satu peluang terbaik yang datang adalah saat Sergei Semak dalam posisi tanpa kawalan melepaskan tendangan ke gawang di menit 59, namun akurasi yang buruk membuat bola hanya menyasar ke sisi luar bidang target.
Di menit 60 tuan rumah mengklaim penalti menyusul pelanggaran yang dilakukan Samuel terhadap Alexander Bukharov di kotak terlarang, namun wasit memutuskan play on.
Tekanan yang datang pada Inter semakin berat setelah mereka kehilangan Balotelli di menit 61. Striker hitam berkebangsaan Italia itu mendapat kartu kuning kedua, yang disusul dengan kartu merah, setelah melakukan pelanggaran yang sama sekali tak perlu pada Christian Noboa.
Keunggulan jumlah pemain membuat Rubin makin menggencarkan serangannya. Tercatat dua peluang mereka miliki dalam selang dua menit, setelah sepakan Cristian Ansaldi bisa dengan susah payah dimentahkan Cesar, aksi individu Alexander Ryazantsev yang menari-nari di barisan belakang Inter dan sukses melewati beberapa pemain lawan juga tak berbuah gol kedua karena bola yang dia tendang mengarah ke sisi luar gawang.
Gelombang serangan Rubin berlanjut melalui tendangan bebas Dominguez di menit 77, yang gagal berujung gol meski eksekusinya membuat Julio Cesar terlihat gugup mengantisipasi si kulit bundar. Rebound Dominguez sebagai lanjutan dari kejadian tersebut juga tak berkesudahan dengan gol karena bola bisa ditinju Cesar.
Inter benar-benar dipaksa bertahan di sisa pertandingan. Ancaman berikutnya yang datang adalah dari Bukharov yang gagal melepaskan tendangan ke arah sasaran, sedangkan sontekan Semak di tiang jauh, saat dia berdiri tanpa kawalan sementara Cesar sudah mati langkah, masih membentur tiang gawang.
Dalam posisi tertekan Inter sempat membuat kubu tuan rumah was-was, beruntung buat mereka lantara tandukan Samuel dari jarak sekitar sembilan meter juga cuma melambung ke atas mistar.
Tiga menit masa injury time yang diberikan wasit akhirnya dilalui tanpa gol tercipta. Skor akhir laga bertahan di angka 1-1.
Susunan pemain
Rubin Kazan: 77-Sergei Ryzhikov; 4-Cesar Navas, 76-Roman Sharonov, 3-Cristian Ansaldi, 9-Lasha Salukvadze; 15-Alexander Ryazantsev, 7-Sergei Semak, 16-Christian Noboa, 61-Gokdeniz Karadeniz; 10-Alejandro Dominguez (88-Alan Kasayev 86), 11-Alexander Bukharov
Inter Milan: 12-Julio Cesar; 13-Maicon, 25-Walter Samuel, 6-Lucio, 26-Cristian Chivu; 4-Javier Zanetti, 5-Dejan Stankovic, 19-Esteban Cambiasso (14-Patrick Vieira 79); 30-Mancini (7-Ricardo Quaresma 64), 9-Samuel Eto’o, 45-Mario Balotelli.
Sampdoria vs Internazionale
September 27, 2009 at 3:05 am (LuvLyInternazionale)
Genoa – Giampaolo Pazzini jadi mimpi buruk Inter kala melawan Sampdoria, Sabtu(26/9/2009) malam WIB. Gol tunggal Pazzini memberikan kekalahan pertama Nerazzuri di Seri A musim ini.
Dalam laga yang dihelat di Luigi Feraris, Inter sebenarnya relatif tampil dominan dengan menghasilkan beberapa peluang lewat duet Samuel Eto’o dan Diego Milito di depan. Namun lemahnya penyelesaian akhir dan kokohnya lini belakang Sampdoria membuat Inter kesulitan mencetak gol.
Kekalahan 0-1 ini membuat Inter harus merelakan tampuk klasemen beralih ke tangan Il Samp yang memiliki 15 poin dari enam laga yang telah dijalani. Pasukan Jose Mourinho ini untuk sementara tertahan di peringkat kedua dengan 13 poin.
Jalannya pertandingan
Tak banyak peluang yang dihasilkan kedua tim pada 20 menit laga berjalan. Baru pada menit ke-23, Inter membuka kesempatan pertama untuk mencetak gol lewat Esteban Cambiasso.
Diawali bola panjang ke sisi kiri jauh pertahanan Sampdoria, Milito yang berhasil mengejar bola pun lantas mengirimkan kepada Cambiasso. Namun tendangan first time gelandang Argentina itu masih dapat ditepis oleh kiper Sampdoria.
Di menit ke-28 Milito sukses melewati hadangan tiga pemain Sampdoria di dalam kotak penalti. Namun, tendangan terlalu lemah dan masih tepat di pelukan Luca Castelazzi.
Tendangan keras Reto Ziegler dari jarak 27 meter masih bisa dimentahkan oleh Julio Cesar dan menutup babak pertama dengan skor 0-0.
Pada menit ke-55, tendangan kerasa Mario Balotelli yang membentur salah seorang bek lawan memaksa Castelazzi menepis bola dan rebound pun gagal dimanfaatkan oleh Milito yang terpeleset.
Samuel Eto’o punya kesempatan untuk mencetak gol pada menit ke-70. Menerima umpan dari Milito, Eto’o melepaskan tendangan first time yang masih melebar di sisi kanan gawang Sampodria.
Sampdoria akhirnya mampu unggul di menit ke-72 melalui gol Pazzini. Menerima umpan Mannini dari sisi kanan, Pazzini yang merangsek dari belakang pun dengan mudah menceploskan bola ke jala Cesar yang sudah mati langkah.
Pada menit ke-84 Inter sebenarnya mencetak gol melalui Lucio. Sayang bek Brasil itu sudah terperangkap offside saat membelokkan tendangan Ricardo Quaresma.
Hingga laga berakhir, papan skor tetap menunjukkan angka 1-0 untuk kemenangan tuan rumah.
Susunan pemain:
Sampdoria: Castelazzi, Mannini (Franceschini 81′) , Gastadello, Lucchini, Ziegler, Palombo, Stankevicius, Poli (Tissone 65′), Cassano, Belucci (Zauri 69′), Pazzini.
Inter: Cesar, Maicon, Lucio, Samuel, Santon, Vieira (Stankovic 61′), Cambiasso (Quaresma 74′), Zanetti, Balotelli (Chivu 62′), Eto’o, Milito.

Internazionale vs Napoli
September 24, 2009 at 2:27 am (LuvLyInternazionale)
Milan – Duet maut milik Inter Milan Samuel Eto’o dan Diego Milito kembali jadi otak dibalik kemenangan timnya. Keduanya mencetak gol saat Il Nerazzuri menang 3-1 atas Napoli.
Laga yang dihelat di Giuseppe Meazza, Kamis (24/9/2009) dinihari WIB, seluruh gol dalam laga ini tercipta di babak pertama. Eto’o dan Milito membawa Inter unggul dua gol cepat di lima menit laga berjalan dan Lucio jadi pencetak gol ketiga tuan rumah.
Sementara itu Napoli mencetak gol hiburan melalui Ezequiel Lavezzi. Hingga pekan kelima ini, duet Eto’o dan Milito sudah menghasilkan delapan gol, di mana Eto’o tiga gol dan Milito lima gol.
Raihan tiga poin ini membawa anak asuh Jose Mourinho memimpin pucuk klasemen sementara dengan 13 poin. Il Partenopei -julukan Napoli- terdampar di peringkat ke-17 dengan empat poin.
Jalannya pertandingan
Eto’o membuka keunggulan Inter pada menit ke-3 lewat sepakannya di dalam kotak penalti memanfaatkan bola hasil sepak pojok. Tak sampai dua menit kemudian, sebuah umpan tarik Maicon mampu dituntaskan Milito dengan baik untuk membuat Inter unggul 2-0.
Napoli pun memperoleh kesempatan pertamanya pada menit ke-11. Sundulan Fabio Quagrialella meneruskan assist Christian Maggio masih melayang di atas mistar gawang Julio Cesar. Enam menit berselang, Quagrialella melalui tandukannya kembali membuat Cesar harus bersusah payah men-tip bola.
Pada menit ke-20, Eto’o menyia-nyiakan peluang untuk mencetak gol setelah Milito mengirimkan umpan daerah kepadanya.
Lucio memaksa kiper Napoli Morgan de Sanctis memungut bola untuk ketiga kalinya dalam laga ini pada menit ke-31. Memanfaatkan corner Wesley Sneijder, tandukan bek Brasil dari jarak dekat mengoyak gawang lawan.
Lima menit sesudahnya, Napoli menghidupkan peluangnya di laga ini setelah Lavezzi mencetak gol melalui tendangan dari jarak dekat yang menaklukkan Cesar.
Juan Zuniga hampir mencetak gol kedua Napoli dalam laga ini andai tendangan keras dari jarak 25 yard tak mampu ditepis dengan baik oleh Cesar. Skor 3-1 pun membawa kedua tim mengakhiri babak pertama.
Pada menit ke-68, Walter Samuel yang berdiri di tiang jauh menerima umpan free kick Maicon hampir membawa Inter kembali menjauh, kalau saja De Sanctis tak sigap mengamankan bola tersebut.
Hingga laga berakhir tak banyak peluang yang diciptakan kedua tim dan papan skor pun tetap memunculkan angka 3-1 untuk kemenangan Inter.
Susunan pemain:
Inter: Cesar, Chivu, Samuel, Lucio, Maicon, Cambiasso, Zanetti, Stankovic, Sneijder(Muntari 45′), Milito, Eto’o.
Napoli: De Sanctis, Santacroce(Aronica 60′), Cannavaro, Contini, Gargano, Hamsik, Maggio(Denis 68′), Bogliacino, Zuniga, Lavezzi, Quagrialella

Cagliari vs Internazionale
September 21, 2009 at 12:37 am (LuvLyInternazionale)
Sicilia - Diego Milito mencetak dua gol saat membawa Inter Milan mengatasi Cagliari 2-1. Namun pelatih Jose Mourinho mendapat kartu merah dalam pertandingan tersebut.
Inter mendapatkan perlawanan ketat saat bertandang ke Stadio Sant’Elia, Minggu (20/9/2009). I Nerazzurri tertinggal lebih dulu setelah Cagliari mendapatkan hadiah penalti.
Wasit menunjuk titik putih setelah Douglas Maicon dinyatakan melakukan pelanggaran kepada Matri di menit ke-16. Jeda yang menjadi eksekutor akhirnya melakukan tugasnya dengan baik.
Inter sempat kesulitan menghadapi tuan rumah di babak pertama. Mourinho akhirnya melakukan pergantian pemain di babak kedua guna mempertajam serangan skuadnya.
Hasilnya cukup mumpuni. Di menit ke-51, Milito berhasil menyamakan kedudukan setelah melakukan penyelesaian yang baik setelah menggiring bola ke kotak penalti.
Empat menit kemudian, Milito membuat Inter balik memimpin menjadi 2-1. Dia berhasil lolos dari jebakan off isde sebelum mencungkil bola dari sudut sempit ke dalam gawang lawan.
Namun kemenangan Inter sedikit terganggu. Pelatih Mourinho mendapatkan kartu kuning kedua karena memprotes wasit setelah Mario Balotelli dijatuhkan pemain lawan.
Hasil 2-1 bagi kemenangan Inter tetap tak berubah hingga akhir pertandingan. Kemenangan tersebut membuat Inter berada di peringkat ketiga dengan mengumpulkan 10 poin.
Susunan Pemain :
Cagliari: Marchetti; Marzoratti, Astori, Canini, Agostini; Biondini (Lazzari 67), Conti, Dessena; Cossu (Larrivey 92), Jeda; Matri (Nene’ 76)
Inter: Julio Cesar; Maicon, Cordoba, Lucio, Santon (Balotelli 46); Zanetti, Cambiasso (Thiago Motta 46) (Chivu 65), Stankovic; Sneijder; Milito, Eto’o

Internazionale vs Barcelona
September 19, 2009 at 1:32 am (LuvLyInternazionale)
Milan – Inter Milan dan Barcelona sama-sama menampilkan permainan menyerang dalam laga Liga Champions Grup F. Hanya saja tak ada gol yang berhasil mereka ciptakan.
Pada pertandingan yang dihelat di Stadion San Siro, Kamis (17/9/2009) dinihari WIB, baik Inter mau pun Barca beberapa kali memperoleh peluang untuk mendulang gol. Inter dengan duet Eto’o dan Milito-nya dan Barca dengan Ibra dan Messi-nya beberapa kali sukses memberikan ancaman untuk lawan.
Ibra sendiri tampak tak canggung bermain melawan bekas klubnya. Penyerang asal Swedia ini memiliki kans untuk mencetak gol atas namanya, tetapi tak ada satu pun yang membuahkan hasil. Sebaliknya, Eto’o juga nyetel dengan Milito atau gelandang pembantu serangan semisal Wesley Sneijder dan Dejan Stankovic.
Hasil ini membuat Inter dan Barca menempati urutan dua dan tiga klasemen sementara Grup F. Sementara puncak klasemen dipegang oleh Dinamo Kiev yang di saat bersamaan menundukkan Rubin Kazan 3-1.
Jalannya Pertandingan
Baru semenit pertandingan berjalan Lionel Messi sudah memberikan ancaman kepada Inter. Bintang asal Argentina itu menggiring bola sendirian di luar kotak penalti dan mengecoh beberapa pemain tuan rumah. Ia akhirnya melepaskan sebuah sepakan datar nan terarah, tetapi Julio Cesar masih bisa menepisnya.
Menit kedelapan, Barca kembali mengancam gawang Inter, kali ini lewat Zlatan Ibrahimovic. Usai menerima umpan Xavi hernandez, bra menahan bola dengan dadanya sebelum melepaskan tembakan dari jarak sekitar 13 meter. Sial baginya, bola melambung melewati mistar gawang.
Inter membalas pada menit 12. Samuel Eto’o mengirim umpan terobosan kepada Maicon yang berlari di sayap kanan. bek asal Brasil itu pun langsung melepaskan tembakan melengkung, tetapi bola menyamping di sisi gawang Victor valdes.
Diego Milito mendapatkan kesempatan emas untuk membobol gawang Barca pada menit 28. Setelah menerima umpan panjang dari belakang, ia menggiring bola memasuki kotak penalti tim tamu. Selanjutnya ia melepaskan tendangan kaki kanan datar ke arah gawang. Hasilnya? Bola masih bisa ditangkap oleh Valdes.
Semenit sebelum babak pertama berakhir, Messi kembali menjajal barisan pertahanan Inter. Ia melepaskan sebuah tendangan keras dari sisi kanan dan melepaskan sebuah tendangan dengan kaki kiri. Sial baginya, Julio Cesar masih bisa menepis sepakannya.
Sampai babak pertama berakhir, belum ada gol tercipta. Kedua tim masuk ruang ganti dengan skor 0-0.
Dua menit babak kedua berjalan, Wesley Sneijder hampir mambawa Inter unggul. Tendangan gelandang asal Belanda ini mengarah tepat ke gawang Barca, namun Valdes dengan sigap berhasil menepisnya.
Semenit berselang, Ibra kembali mengancam gawang Inter. Umpan dari Xavi berhasil ia terima sebelum ia me-lob bola ke arah gawang Julio Cesar. Sial baginya, bola justru jatuh di atas jala, bukan di dalam gawang.
Menit 66, Dejan Stankovic melepaskan sebuah sepakan keras. Usai menerima bola sodoran dari Milito, gelandang bernomor punggung 5 ini melepaskan sepakan setengah voli. Tetapi masih belum menemui sasaran lantaran melambung di atas gawang.
Menit 72 Thierry Henry mengirim bola ke area penalti Inter, di mana di sana ada Alves dan Messi. Nama terakhir melepaskan sontekan, tetapi bola menyasar ke atas mistar gawang.
Dua menit sebelum laga usai, Maicon melepaskan sepakan voli, tetapi bola berhasil diblok oleh barisan pertahanan Barca. Masih belum ada gol lahir.
Akhirnya peluit panjang pun dibunyikan dan skor 0-0 tetap bertahan.
Susunan Pemain
Inter Milan: Julio Cesar, Walter Samuel, Lucio, Sulley Muntari (Dejan Stankovic 62), Cristian Chivu, Maicon, Wesley Sneijder (Davide Santon 80), Javier Zanetti, Thiago Motta, Samuel Eto’o, Diego Milito (Mario Balotelli 85).
Barcelona: Victor Valdes, Gerard Pique, Eric Abidal, Dani Alves, Yaya Toure, Seydou Keita, Xavi Hernandez, Thierry Henry (Andres Iniesta 77), Zlatan Ibrahimovic, Lionel Messi.

Internazionale vs Parma
September 13, 2009 at 4:28 pm (LuvLyInternazionale)
Milan – Inter Milan harus berterima kasih kepada duet penyerangnya, Samuel Eto’o dan Diego Milito. Berkat sumbangan gol keduanya, Nerazzuri pun menaklukkan Parma dengan skor 2-0, Minggu (13/9/2009) malam WIB. Dalam laga yang digelar di Giuseppe Meazza, Inter kesulitan menjebol gawang Parma sampai laga berusia sejam. Berkali-kali serangan mereka harus patah di barisan pertahanan Gialloblu dan juga kipernya Antonio Mirante yang bermain cemerlang. Tapi dua gol dari Eto’o dan Milito di 20 menit terakhir laga menamatkan perlawanan Parma. Dengan hasil ini, pasukan Jose Mourinho itu berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan tujuh poin dari tiga laga yang telah dijalaninya. Sedankan Parma ada di peringkat ke-9 dengan empat poin. Jalannya pertandingan Eto’o membuka peluang bagi timnya ketika babak pertama berjalan lima menit. Namun, sepakan striker Kamerun itu masih dapat diblok dengan baik oleh kiper Parma. Pada menit ke-10, tendangan Voli Wesley Sneijder pun dari kotak penalti bisa dimentahkan oleh Antonio Mirante. Dua menit berselang pun Milito tak mampu memanfaatkan assist sundulan Thiago Motta dengan baik. Setelah ditekan di 20 menit pertama, Parma pun memperoleh peluang pertamanya di menit ke-22. Tendangan keras Jonathan Biabiany masih melayang di atas mistar gawang Julio Cesar. Eto’o pun kembali membuang peluangnya semenit kemudian setelah tendangannya masih melenceng di sisi gawang Parma. Sneijder melalui aksinya berhasil melewati satu pemain bertahan Parma pun pada menit ke-37, sayang ia kurang bisa menjaga akurasi tembakannya. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum. Di menit ke-50, Mario Balotelli membuang kesempatan emas mencetak gol. Dari jarak 6 yard di depan kotak penalti, tendangan Balotelli terlalu keras sehingga bola melenceng ke atas. Biabiany membuat pendukung Inter terhenyak lewat aksi solo run melewati Lucio dan Davide Santon pada menit ke-65. Namun, sepakannya masih belum dapat menaklukkan Cesar. Tiga menit setelahnya, Cristiano Zaccardo hampir membobol jala Inter lewat sundulannya memanfaatkan situasi corner. Gol yang dinanti Inter akhirnya datang juga pada menit ke-71. Adalah Eto’o yang membobol gawang Mirante lewat sepakan keras dari luar kotak penalti, meneruskan assist Balotelli. Milito pun memantapkan kemenangan timnya dua menit jelang laga berakhir. Lewat sebuah serangan balik, Balotelli pun mengirimkan umpan daerah kepada rekannya asal Argentina itu dan Milito pun dengan sepakan kaki kanan menaklukkan Mirante. Skor 2-0 pun menghiasi papan skor ketika peluit panjang berbunyi. Susunan pemain : Inter : Cesar, Samuel, Lucio, Vieira (Muntari 70′), Santon, Maicon, Motta (Balotelli 46′), Zanetti, Sneijder (Krhin 78′) , Eto’o, Milito. Parma : Mirante, Panucci, Paci, Lucarelli, Zenoni, Mariga, Zaccardo (Amoruso 76′), Morrone, Beghora, Galloppa (Lanzafame 55′), Paloschi (Bojinov 80′).

gue gag sombong cuy..dan isinya blog gue bukan bola mulu :)
September 9, 2009 at 11:33 am (Berbagi cerita)
ini blog gue..jadi terserah gue dong..
liat aja judulnya..nanti perhatiin baik-baik..
memang sih ini gag nampak seperti catatan seorang jurnalis ya ialah..
dilihat dari gaya tulisan,ketentuan dan aturan penulisan ya gag bangetlah..
lagian kan gue anak MANKOM bukan JURNAL atau HUMAS..
ya intinya gue mau jelasin kemungkinan gue mau mulai ngeblok lagi..eh ngeblog..
gue gag peduli orang mau berantem tentang isi blog orang lain atau isi blog dia..
karena disinilah letak keindahan,seni, atau apalah itu…
yang penting disini kebebasan..tapi kebebasan itu yang bertanggung jawab..
gag melanggar nilai etika,moral,de-el-el..
“Don’t worry about me, I’m gonna make it alright
Got my enemies crossed out in my sight
I take a bad situation gonna make it right
In the shadows of darkness I stand in the light”
itu aja dulu ya..
piss ya klo ada yang tersinggung..
tapi ingat katannya bang Igor : “jangan terpengaruh panasnya situasi,BALAS DENGAN KARYA ahaha..
sekali lagi piss..
udah dulu ya internetnya (indomie telur kornet?) lg lemot (apa krn blum bayar ya?)
AC Milan vs Internazionale
September 2, 2009 at 8:02 am (LuvLyInternazionale)
Milan – Inter Milan tampil dominan atas AC Milan dalam Derby Della Madoninna, Minggu (30/8/2009) dinihari WIB. Alhasil, Nerazzuri pun meluluh lantahkan Rossoneri empat gol tanpa balas.
Dalam laga yang digelar di San Siro, Milan yang bertindak sebagai tuan rumah tampil di bawah tekanan Inter yang tampil luar biasa selama 90 menit jalannya pertandingan. Inter unggul dalam segala-segalanya dari rival sekotanya itu.
Alhasil pada paruh pertama laga, Inter sudah unggul 3-0 lewat gol Thiago Motta, Diego Milito (penalti) dan Maicon. Dejan Stankovic mencetak gol tambahan untuk timnya di babak kedua.
Dengan hasil ini, untuk sementara Inter memimpin klasemen Seri A dengan empat poin.
Jalannya pertandingan
Lima menit babak pertama berjalan, Wesley Sneijder hampir saja membawa Inter unggul. Sepakan kerasnya dari luar kotak penalti masih dapat ditepis dengan baik oleh Marco Storari.
Milan pun coba mengancam pertahanan Inter lewat aksi Alexandre Pato dan Ronaldinho. Sayangnya, kerjasama antara duo Brasil itu masih belum dapat menembus jala Julio Cesar.
Inter pun akhirnya membuka keran golnya pada menit ke-28. Diawali kerjasama Samuel Eto’o dan Milito di depan kotak penalti lawan. Nama terakhir pun memberi umpan ke kotak penalti yang kemudian diterima oleh Motta yang dengan sepakan kaki kiri terukurnya, Storari pun berhasil ditaklukkannya.
Inter menggandakan keunggulannya lewat penalti Milito pada menit ke-34 menyusul pelanggaran Gennaro Gattuso kepada Samuel Eto’o di kotak penalti. Milito pun sukses menyarangkan bola dengan mulus untuk mencetak gol perdananya bagi Inter.
Derita Milan makin bertambah usai Gattuso diusir wasit, setelah menerima kartu kuning keduanya karena melanggar Sneijder pada menit ke-39.
Lucio punya peluang untuk mencetak gol pada menit ke-44. Sayang tendangan kerasnya dari jarak dekat di dalam kotak penalti masih bisa diamankan oleh Storari.
Inter akhirnya menambah golnya pada laga ini melalui Maicon di menit ke-45. Berawal dari kerjasamanya dengan Milito di sisi kiri pertahanan Milan, bola sodoran Milito pun disambut Maicon yang sambil berlari lalu menendang bola yang merobek jala Storari. Skor 3-0 pun menjadi hasil akhir di paruh pertama laga.
Eto’o punya kesempatan untuk buat gol di detik-detik awal jalannya babak kedua. Menerima umpan datar dari Sneijder, Eto’o dengan sekali sentuhan pun langsung melepaskan sepakan keras namun masih belum menemu sasaran.
Gawang Milan kembali terancam pada menit ke-55 lewat sepakan keras Sneijder dari jarak 30 meter, namun bola masih melayang tipis di atas mistar gawang Storari.
Pada menit ke-62 sebenarnya Inter mencetak gol lewat Eto’o, tapi hakim garis lebih dulu mengangkat bendera pertanda offiside.
Gol keempat Inter akhirnya datang di menit ke-67, setelah sepakan keras Stankovic dari jarak 25 yard melesak mulus masuk ke pojok kiri atas gawang, tanpa mampu ditahan oleh Storari.
Huntelaar yang masuk sebaga pemain pengganti punya peluang mencetak gol debutnya bagi Milan pada menit ke-69. Namun Cesar dengan sigap mengamankan sepakan striker Belanda itu.
Inter kembali mengancam di menit ke-75 lewat usaha Eto’o yang melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, sayang bola masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Milan. Stankovic pun menyusul dua menit berselang lewat sepakan jarak jauhnya yang masih dapat ditepis oleh Storari dan bola rebound gagal dimaksimalkan oleh Milito.
Peluang Milan untuk memperkecil ketinggalan datang lewat Huntelaar pada menit ke-86. Menerima umpan lambung ke daerah kotak penalti, Huntelaar pun melepaskan tembakan first time yang tepat mengarah ke pelukan Cesar.
Hingga berakhirnya laga, angka 4-0 tetap muncul di papan skor untuk kemenangan tim tamu.
Susunan pemain :
Inter : Cesar, Maicon, Lucio, Samuel, Chivu, Motta (Muntari 59′), Stankovic, Zanetti, Sneijder (Vieira 73′), Eto’o, Milito (Balotelli 78′).
Milan : Storari, Jankulovski, Silva, Nesta, Zambrotta, Pirlo, Gattuso, Flamini (Seedorf 46′), Ronaldinho (Huntelaar 63′), Boriello (Ambrosini 46′), Pato.



