Internazionale vs Genoa

March 8, 2010 at 1:39 am (LuvLyInternazionale)

Milan – Inter Milan hanya menuai hasil seri 0-0 melawan Genoa di pada lanjutan laga Serie-A, di Stadion San Siro, Minggu (7/3/2010). Inter kini mengoleksi 58 poin, atau cuma unggul empat angka dari AC Milan di tempat kedua. Mengingat Serie-A masih menyisakan sepuluh laga, persaingan scudetto pun dipastikan semakin panas.

Inter pantas kecewa dengan hasil itu. Bermain di kandang sendiri dengan kekuatan penuh, mereka konsisten mengalirkan serangan sejak menit-menit awal. Selain itu, mereka juga berhasil menciptakan peluang gol. Pada menit ke-19, misalnya, Sulley Ali Muntari melepaskan tembakan, yang sayangnya, meleset dari sasaran.

Namun, Genoa tak kalah ngotot. Mengandalkan Giuseppe Sculli, David Suazo, dan Giandomenico Mesto di lini depan, Genoa nyaris unggul. Pada menit ke-24, misalnya, Suazo melepaskan tembakan keras setelah berhasil memaksimalkan umpan Alberto Zapater. Beruntung, kiper Inter, Julio Cesar, sigap meredam laju bola.

Ternyata, ancaman memantik semangat Genoa. Bagaimana tidak, Genoa lebih banyak melakukan ancaman dan unggul penguasaan bola. Hal ini memaksa Inter lebih sibuk menjaga pertahanannya daripada melakukan serangan. Lihat saja bagaimana Lucio dkk terlihat kerepotan untuk mengadang penetrasi Alberto Zapater pada menit ke-32. Beruntung, tembakannya masih melebar dari gawang Cesar. Meskipun demikian, gawang Inter tetap aman hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Inter langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama dibukukan Milito pada menit ke-50. Setelah berhasil menguasai umpan terobosan Balotelli, Milito menggiring bola hingga ke kotak penalti. Namun, bola yang ditembaknya gagal mengenai target meski sempat berhadapan satu lawan satu dengan kiper Genoa, Marco Amelia.

Melihat serangan timnya selalu tumpul, pelatih Jose Mourinho melakukan perombakan di lini depan. Ia memasukkan Samuel Eto’o untuk menggantikan Pandev pada menit ke-56.

Meskipun demikian, perubahan strategi ini tak berarti membuat lini depan Inter makin runcing. Lagi-lagi, Inter kembali disibukkan menjaga pertahanannya. Genoa memang tampil menawan pada laga ini. Selain mampu membuat lini pertahanan yang solid, kerja sama satu-dua Genoa cukup merepotkan Inter.

Di balik desakan lawannya, Inter masih menyelipkan peluang emas. Pada menit ke-75, misalnya, Maicon yang melakukan di sektor kanan, melepaskan tendangan keras. Sayang, bola masih sulit mengenai target. Lima menit kemudian, giliran Eto’o yang mengancam gawang Amelia. Seusai meliuk-liuk di depan kotak penalti, Eto’o melepaskan tembakan keras. Namun, yang terjadi Amelia tak kesulitan untuk menjinakkan bola.

Jelang laga usai, Inter lebih banyak menguasai permainan. Praktis kali ini Genoa yang sibuk mengamankan jantung pertahanannya. Bagi Genoa, bisa menahan imbang merupakan sebuah prestise mengingat Inter yang terlihat superior. Dan, akhirnya Genoa sukses menahan Inter dengan skor akhir imbang tanpa gol.

Susunan pemain:
Inter Milan:
Cesar; Samuel, Lucio, Zanetti, Maicon; Muntari (Cordoba 56), Stankovic (Quaresma 75); Milito, Sneijder, Pandev (Eto’o 56), Balotelli
Genoa: Amelia; Moretti, Bocchetti, Papastrathopoulos; Zapater, Milanetto; Criscito; Rossi, Suazo (Jankovic 52), Sculli (Palacio 60), Mesto

Permalink Leave a Comment

Udinese vs Internazionale

February 28, 2010 at 5:30 pm (LuvLyInternazionale)

Udine - Sempat kerepotan, Inter Milan akhirnya bangkit dan menundukkan tuan rumah Udinese 3-2 dalam lanjutan Liga Serie-A, Minggu (28/2).

Kemenangan itu membuat Inter menjaga jarak dari AC Milan yang pada saat sama menang 3-1 atas Atalanta. Inter kini mengumpulkan nilai 58, tetap unggul empat poin atas AC Milan.

Tuan rumah Udinese langsung menggebrak dan mencoba mengacau pertahanan Inter Milan yang pada partai itu tak didampingi pelatih Jose Mourinho. Usaha itu tak sia-saia, karena pertandingan dibaru berjalan dua menit, Udinese unggul 1-0. Simone Pepe dengan baik memanfaatkan umpan Antonio Di Natale, kemudian melakukan tendangan kaki kanan yang menaklukkan kiper Inter, Julio Cesar.

Sayang, permainan Udinese kurang konsisten. Sementara Inter keburu bangkit dan terus menekan. Pada menit ke-6, Mario Balotelli pun sukses menyamakan kedudukan. Memanfaatkan umpan Douglas Maicon, tendangan kaki kanan Balotelli mampu membobol gawang Udinese yang dijaga Samir Handanovic, 1-1.

Setelah menyamakan kedudukan, Inter berhasil lebih banyak menguasai permainan. Tekanan Inter ini rupanya makin menyulitkan pertahanan Udinese. Bahkan, pada menit ke-21 Inter berbalik unggul. Maicon membobol gawang Udinese dengan kaki kanannya dari sudut sempit, setelah memanfaatkan umpan goran Pandev.

Inter Terus menekan. Pada menit ke-45, giliran Diego Milito menambah keunggulan Inter menjadi 3-1. Dia melakukan tendangan kaki kanan yang jitu, memanfaatkan umpan Balotelli. Gol ini menutup babak pertama.

Memasuki babak kedua, tuan rumah berusaha menekan untuk mengejar ketinggalan. Upaya mereka cukup merepotkan barisan pertahanan Inter Milan.

Balotelli pun terpaksa ikut mundur membantu pertahanan. Namun, justru dia membuat kesalahan. Balotelli melakukan handsball di kotak terlarang pada menit ke-52, hingga Inter Milan mendapat hukuman penalti. Antonio Di Natale yang menjadi eksekutor, dengan baik menaklukkan kiper Julio Cesar, 2-3.

Tak mau kehilangan kemenangannya, Inter mencoba menguasai permainan dan terus menekan. Beberapa kali manuver para pemain Inter membahayakan pertahanan Udinese. Namun, ketatnya barisan belakang tuan rumah membuat Inter kesulitan membobol.

Pada menit ke-87, Samuel Eto’o memiliki kesempatan emas. Eto’o mendapatkan umpan manis dari Maicon. Dia pun langsung memotongnya dengan kaki kanan, tapi masih melebar dari gawang.

Di masa injury time, Inter terus mencoba menekan. Namun, para pemain Udinese lebih banyak menumpuk di pertahanan mereka sendiri. Sehingga, Inter hanya bisa mendekat, tapi selalu gagal membongkar pertahanan. Meski begitu, Inter akhirnya mampu mengamankan kemenangan 3-2.

Susunan Pemain
Udinese:
22-Samir Handanovic, 13-Andrea Coda, 24-Aleksander Lukovic, 2-Christian Zapata, 14-Paolo Sammarco (27-Alexandre Geijo 79), 88-Gokhan Inler, 26-Giovanni Pasquale (20-Kwadwo Asamoah 64), 4-Juan Cuadrado, 10-Antonio Di Natale, 11-Alexis Sanchez, 7-Simone Pepe

Inter Milan: 12-Julio Cesar, 8-Thiago Motta, 6-Ferreira Lucio, 4-Javier Zanetti, 13-Maicon, 17-McDonald Mariga, 5-Dejan Stankovic, 22-Diego Milito, 10-Wesley Sneijder (15-Rene Krhin 90), 27-Goran Pandev (9-Samuel Eto’o 72), 45-Mario Balotelli (23-Marco Materazzi 82)

Permalink Leave a Comment

Internazionale vs Chelsea

February 24, 2010 at 11:55 pm (LuvLyInternazionale)

Milan – Inter Milan berhasil menaklukkan Chelsea pada leg pertama 16 besar Liga Champions di Stadion giuseppe Meazza, Rabu atau Kamis (25/2). Tendangan geledek Esteban Cambiasso dengan indah membobol gawang Chelsea, sekaligus memastikan Inter menang 2-1.

Dengan kemenangan itu, Inter berpeluang lebih besar ke babak perempat final. Pada leg kedua di kandang Chelsea, 16 Maret nanti, Inter hanya butuh hasil seri.

Inter langsung menekan begitu pertandingan dimulai. Chelsea rupanya kurang sigap merespons tekanan-tekanan tuan rumah. Bahkan, pada menit ke-3 Chelsea dipaksa kebobolan oleh gol Diego Milito.

Gol ini bermula dari kerja sama rapi dan cepat menusuk sisi kanan pertahanan Chelsea. Thiago Motta memberikan bola kepada Wesley Sneijder yang juga segera mengumpan bola kepada Milito. Diadang John Terry, Milito menggoceknya dan memanfaatkan ruang tembak untuk melepaskan tendangan keras. Kiper Chelsea, Petr Cech gagal menghalaunya, 1-0.

Pertarungan semakin alot. Chelsea masih kesulitan membongkar pertahanan Inter, meski berusaha keras menekan. Kesempatan baru datang pada menit ke-14, ketika Dejan Stankovic melakukan pelanggaran kepada Michael Ballack. Tendangan bebas dimanfaatkan dengan baik oleh Didier Drogba. Bola tendangannya meluncur keras dan gagal disentuh kiper Inter, julio Cesar. Sayang, bola hanya membentur tiang gawang.

Meski begitu, Chelsea justru semakin bersemangat menyerang. Pada menit ke-17, tendangan jarak jauh Ballack meluncur ke gawang Inter. Beruntung, Cesar masih bisa memblok bola.

Tekanan-demi tekanan Chelsea cukup merepotkan Inter Milan. Pada menit ke-25, tendangan jarak jauh Salomon Kalou kembali tepat sasaran, tapi masih bisa dikuasai Cesar.

Inter membalas dengan serangan-serangannya. Pada menit ke-32, Sneijder kembali merepotkan pertahanan Chelsea. Bahkan, dia bisa melepaskan umpan manis kepada Samuel Eto’o. Sayang, meski di depan gawang, tendangan Eto’o kurang sempurna.

Seranggan kemudian silih berganti dilakukan oleh kedua kubu. Pada menit terakhir babak pertama, Kalou lepas dari kawalan setelah menerima lemparan dalam dan hanya berhadapan dengan Julio Cesar. Walter Samuel memepetnya, hingga Kalou terjatuh di kotak penalti. Namun, wasit tak menganggapnya itu pelanggaran.

Memasuki babak kedua, Inter berusaha menekan. Tapi, Chelsea tak mau kalah. Pada menit ke-50, Chelsea bahkan berhasil menyamakan kedudukan. Umpan Ivanovic langsung disambar Salomon Kalou. Bola tendangan jarak jauh itu gagal dihalau Julio Cesar, 1-1.

Namun, Inter langsung bereaksi. Mereka berusaha menekan  kembali. Sebuah umpan silang Sneijder dari sisi kanan pertahanan Chelsea, berhasil disundul Carvalho. Bola langsung disambar Esteban Cambiasso. Masih membentur Ivanovic, tapi bola kembali mengarah ke Cambiasso lagi. Dia pun langsung melakukan tendangan pertama, menusuk pojok kiri gawang Cech, 2-1.

Setelah itu, pelatih Jose Mourinho membuat keputusan berani. Dia memasukkan penyerang Mario Balotelli untuk menggantikan Thiago Motta.

Sebuah tendangan Maicon ke gawang Chelsea, berhasil ditangkap Petr Cech. Tapi, dia terjatuh dan cedera, tak mampu melanjutkan permainan. Dia diganti Hillario.

Pada menit ke-64, Anelka sukses melepaskan umpan silang. Frank Lampard memotong dan bola mengarah ke gawang Inter, namun masih bisa diblok Cesar.

Enam menit kemudian, giliran Inter mengancam Chelsea. Umpan silang Balotelli dipotong Cambiasso dengan keras, namun masih bisa diblok defender Chelsea.

Setelah itu, pertandingan melambat. Inter berusaha bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik. Sementara, Cehelsea kesulitan mencari celah. Namun, di masa injury time, Ballack berpeluang mencetak gol setelah Chelsea mendapat tendangan penjuru. Namun, bola yang dia potong malah melambung. Hingga akhir pertandingan, Inter sukses mempertahankan kemenangan 2-1.

Susunan Pemain
Inter Milan:
12-Julio Cesar, 25-Walter Samuel, 6-Ferreira Lucio, 19-Esteban Cambiasso, 4-Javier Zanetti, 13-Maicon, 10-Wesley Sneijder, 8-Thiago Motta (45-Mario Balotelli 58), 5-Dejan Stankovic (11-Sulley Muntari 83), 22-Diego Milito, 9-Samuel Eto’o (27-Goran Pandev 67)

Chelsea: 1-Petr Cech (40-Henrique Hilario 62), 26-John Terry, 6-Ricardo Carvalho, 15-Florent Malouda, 2-Branislav Ivanovic, 12-John Mikel Obi, 8-Frank Lampard, 13-Michael Ballack, 21-Salomon Kalou (23-Daniel Sturridge 77), 11-Didier Drogba, 39-Nicolas Anelka

Permalink Leave a Comment

Internazionale vs Sampdoria

February 22, 2010 at 2:33 am (LuvLyInternazionale)

Milan -  Mendapat dua kartu merah sehingga bermain sembilan orang di sebagian besar laga, Inter Milan bisa memaksakan hasil imbang 0-0 dengan Sampdoria, dalam duel Serie-A, Sabtu (20/2/2010). Ini adalah hasil imbang ketiga yang diraih Inter secara beruntun di Serie-A, sekaligus membuat posisi mereka di puncak klasemen terancam tidak aman.

Inter saat ini mengoleksi 55 poin atau unggul delapan angka dari AS Roma di tempat kedua dan sepuluh angka dari AC Milan di tempat ketiga. Kedua tim ini masing-masing memiliki dua dan satu laga tunda.

Nasib apes yang menimpa Inter tak lepas dari performa apik Sampdoria, terutama di babak pertama. Selain bertahan dengan sangat baik mematahkan serangan Inter, Sampdoria juga mampu menciptakan sejumlah ancaman serius ke gawang Inter.

Dalam beberapa momen, barisan belakang Inter tampak kerepotan menghadapi agresivitas Sampdoria. Samuel dan Cordoba pun terpaksa melakukan pelanggaran untuk menghentikan laju lawan.

Keduanya sempat mendapat peringatan berupa kartu kuning. Namun, rentetan aksi berbahaya pemain Sampdoria sepertinya tak memberi pilihan bagi kedua bek tersebut, untuk mengambil risiko diganjar kartu kuning kedua.

Samuel menjadi korban pertama ketegasan wasit. Di menit ke-32. Saat itu, ia menyikut Nicola Pozzi yang sedang menggiring bola. Samuel  yang kesulitan menjangkau Pozzi kemudian merebut bola dan ayunan sikutnya mengenai Pozzi. Tanpa ampun, wasit Paolo Tagliavento mengacungkan kartu kuning keduanya.

Merasa di atas angin, Sampdoria kemudian berusaha mengalirkan serangan lebih deras. Mereka pun kembali berhasil merusak permainan Inter, yang sedang membangun konsolidasi baru.

Dalam satu momen di menit ke-38, Pozzi kembali melakukan pergerakan berbahaya. Namun, aksi sprint Pozzi kembali dihentikan sebuah jegalan, yang kali ini berasal dari Cordoba. Wasit Tagliavento pun dengan dingin mengacungkan kartu merah dan menulis nama Cordoba dalam catatannya.

Sementara pemain mereka berguguran, Inter semakin kehilangan daya serang. Untung saja, meski gagal mencetak gol, mereka berhasil mempertahankan kemurnian gawang hingga akhir babak pertama.

Kehilangan dua pemain di babak pertama, tak membuat Inter patah arang. Mengandalkan kecepatan pemain depan, umpan-umpan panjang, dan bola mati, mereka terus mencari gol.

Di sisi lain, Sampdoria malah gagal mengoptimalkan keunggulan jumlah tentara. Entah kenapa, sepanjang babak kedua, mereka malah sering melakukan kesalahan dalam mengumpan.

Buruknya performa Sampdoria di babak pertama mencapai puncaknya ketika wasit menghadiahkan kartu kuning kedua untuk penyerang Giampolo Pazzini di menit ke-75, menyusul pelanggarannya kepada Dejan Stankovic.

Keluarnya Pazzini membuat melambungkan semangat Inter. Mereka pun semakin percaya diri melakukan serangan. Hasilnya, di menit ke-78, Samuel Eto’o nyaris membawa Inter unggul. Memanfaatkan umpan Goran Pandev, Milito menembakkan bola ke sudut kiri bawah gawang Sampdoria, yang sayangnya bisa diblok Marco Storari.

Tak mau memberi peluang lawan, Inter terus berusaha melakukan tekanan. Toh, skor 0-0 tak berubah hingga akhir laga.

Susunan pemain:
Inter:
Cesar; Zanetti, Samuel, Cordoba, Maicon; Cambiasso; Muntari (Lucio 35), Stankovic; Sneijder (Thiago Motta 81); Eto’o, Milito (Pandev 75)
Sampdoria: Storari; Ziegler, Lucchini, Gastaldello, Zauri; Guberti (Mannini 56), Poli (Tissone 79), Palombo, Semioli; Pazzini, Pozzi

Permalink Leave a Comment

Napoli vs Internazionale

February 15, 2010 at 1:26 am (LuvLyInternazionale)

Naples – Bertandang ke Napoli, Inter Milan gagal pulang membawa poin penuh. Cuma satu angka yang dipetik Nerazzurri setelah bermain imbang tanpa gol, 0-0.

Inilah hasil imbang kedua secara beruntun yang didapat Inter, setelah pekan lalu juga harus puas berbagi satu poin usai bermain 1-1 kontra Parma.

Meski hasil tersebut tak menggoyahkan posisi Javier Zanetti di pucuk klasemen, namun keunggulan poin mereka atas pesaing terdekatnya kini terus terpangkas. Inter kini memimpin enam angka atas AS Roma di posisi dua, sementara dengan AC Milan, yang masih punya satu laga sisa, ada jarak delapan poin.

Untuk Napoli, mengimbangi sang pemuncak klasemen adalah sebuah pencapaian tersendiri setelah pekan lalu tumbang 1-3 atas Udinese. Yang jelas mereka kini telah menggusur Juventus dari posisi lima klasemen dengan total poin dikumpulkan berjumlah 39.

Jalannya Pertandingan

Napoli yang pekan lalu menelan kekalahan pertamanya di bawah Walter Mazzarri langsung tampil menyengat di menit awal. Upaya pertama datang dari akselerasi Fabio Quagliarella yang terhenti di muka kotak penalti, di kesempatan lain peluang yang dikreasikan untuk Walter Gargano juga tak berujung gol.

Upaya tuan rumah menggedor pertahanan Inter dapat peluang emas di menit 10. Bermula dari tendangan bebas yang gagal dibuang dengan sempurna, bola yang disambar Marek Hamsik dimentahkan mistar gawang.

Tekanan Napoli berlanjut lewat sepakan Quagliarella yang cuma membentur sisi luar jala gawang. Sementara sebuah diving header German Denis dari jarak dekat dengan luar biasa diselamatkan Julio Cesar.

Inter yang berusaha menjaga jarak aman dengan AS Roma dan AC Milan bukannya tak punya peluang. Di menit 30 Sulley Muntari melepaskan tendangan bertenaga menyongsong bola buangan dari skenario tendangan bebas. Sama seperti yang sebelumnya dialami Hamsyik, sepakan tersebut urung jadi gol karena membentur mistar.

Jelang paruh pertama berakhir Napoli kembali mencoba membangun serangan balik. Namun tendangan voli Quagliarella dari luar kotak penalti dan dalam posisi terkawal bek lawan meleset jauh dari sasaran.

Goran pandev punya kans besar membawa Inter unggul saat dia mendapat umpan dari Mariga dan sukses memperdaya seorang bek lawan. Tapi saat tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Morgan De Sanctis.

Peristiwa di menit 62 itu langsung dibalas Napoli tak lama berselang, publik tuan rumah malah harusnya bisa merayakan gol pertama andai Denis lebih tenang di muka gawang.

Bermula dari tendangan Quagliarella di luar kotak penalti, bola yang membentur tiang gawang mental ke tengah kotak penalti di mana Denis terlihat berlari menyambarnya. Tapi saat tinggal berhadapan dengan gawang yang kosong sementara kiper Cesar masih dalam posisi terjatuh, sepakan Denis melayang jauh.

Setelah sebuah sepakan Milito kembali dimentahkan De Sanctis, Mourinho menarik keluar Pandev dan menggantinya dengan Samuel Eto’o. Namun mantan striker Barcelona itu tak mampu berbuat banyak di menit-menit awal berada dalam lapangan.

Tensi tinggi dan tempo cepat pertandingan terus berlangsung di menit-menit berikutnya. Namun hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda laga berakhir, papan skor di Stadio San Paolo, Senin (15/2/2010) dinihari WIB tak berubah dari angka 0-0.

Susunan Pemain

Napoli: De Sanctis; Campagnaro, P Cannavaro, Grava; Zuniga (Cigarini 81), Pazienza, Gargano, Aronica; Hamsik; Quagliarella, Denis

Inter: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Samuel, Santon; Zanetti, Cambiasso, Muntari (Mariga 46); Sneijder; Pandev (Eto’o 71), Milito

Permalink Leave a Comment

Parma vs Internazionale

February 11, 2010 at 12:34 am (LuvLyInternazionale)

Penyerang Inter Milan, Mario Balotelli, mencetak satu gol sekaligus menyelamatkan timnya dari kekelahan oleh AC Parma dalam lanjutan Liga Serie-A, Rabu atau Kamis (11/2/2010) dini hari WIB. Kedua tim pun terpaksa berbagi poin setelah skor berakhir 1-1.

Parma tampil alot. Tuan rumah berhasil menahan imbang Inter Milan tanpa gol di babak pertama.

Memasuki babak kedua, Parma mencoba mengembangkan permainannya dengan lebih cepat. Meski Inter tampil dengan kekuatan penuh, Parma terlebih dulu unggul berkat gol yang dicetak Valeri Bojinov pada menit ke-55. Tendangan kaki kiri penyerang bernomor 86 ini gagal dibendung kiper Julio Cesar.

Pelatih Inter, Jose Mourinho, memberikan respons cepat atas gol ini. Ia memasukkan Mario Balotelli dan menarik Thiago Motta pada menit ke-57. Starategi Mourinho jitu. Dua menit kemudian, Balotelli berhasil mencetak gol balasan, 1-1.

Gol ini membuat Javier Zannetti dkk tampil percaya diri.Meski begitu, Inter tetap kesulitan membobol gawang Parma. Menguasai permainan, Inter hanya bisa membuat banyak peluang, tanpa satu pun gol tercipta. Keduanya pun terpaksa puas dengan hasil imbang.

Susunan Pemain:
AC Parma: 83- Mirante; 5- Zaccardo, 6- Lucarelli, 15- Dellafiore; 14- Galloppa (Antonelli  75), 4-Morrone, 11- Jimenez, 7- Castellini, 80- Valiani; 20- Biabiany, 86- Bojinov ( Paloschi  68)

Inter Milan: 12- Cesar; 23- Materazzi, 6- Lucio, 2- Cordoba (Santon 58), 13- Maicon; 19- Cambiasso, 8- Motta (Balotelli 57), 4- Zanetti; 9- Eto’o (Mariga 68); 22- Milito, 27- Pandev

Permalink Leave a Comment

Internazionale vs Cagliari

February 7, 2010 at 5:21 pm (LuvLyInternazionale)

Inter Milan menggasak Cagliari 3-0 dalam duel lanjutan Serie-A, di Giuseppe Meazza, Minggu (7/2/2010). Inter kini mengoleksi 52 poin atau unggul sepuluh angka dari AC Milan di tempat kedua.

Kedua kubu bermain terbuka sejak menit awal. Pertandingan pun diwarnai banyak perebutan bola sengit di sektor tengah. Meski begitu, dengan keunggulan individu, Inter mampu unggul lebih dulu melalui Goran Pandev di menit keenam. Memanfaatkan bola liar di tengah kotak penalti musuh, Pandev mengirim bola masuk ke sudut kanan bawah gawang Michael Agazzi.

Gol itu tak membuat Cagliari lantas melupakan niat menyerang. Mengandalkan permainan sayap yang dimotori Andrea Lazzari dan Davide Biondini. Sayang, belum lagi mampu menyamakan kedudukan, Cagliari dipaksa melihat gawangnya bobol untuk kedua kalinya oleh tembakan Samuel di menit ke-20. Memanfaatkan umpan Maicon, Samuel menanduk bola ke sudut kiri atas gawang Cagliari.

Gairah Cagliari untuk bangkit di babak kedua sedikit terganggu, menyusul gol ketiga Inter yang yang dicetak Diego Milito di menit ke-47. Memanfaatkan umpan Pandev, Milito yang berdiri di tengah kotak penalti, menembakkan bola masuk ke sudut kiri bawah gawang Cagliari.

Tak berlama-lama meratapi kelalaian barisan belakang, Cagliari malah semakin ngotot melancarkan serangan. Sayangnya, meski mampu menciptakan peluang, hal itu tak diikuti oleh keberuntungan gol. Sepasang tembakan tepat ke gawang yang dilepas Matri dan Nene di menit ke-50, misalnya, kandas di tangan Cesar.

Rasa penasaran membuat Cagliari terus menaikkan tensi gempuran dan semakin rajin menciptakan peluang. Sayang, usaha mereka cuma efektif untuk meredam serangan Inter, tetapi tak kunjung membuat mereka bisa mengikis jarak.

Susunan pemain:
Inter: Cesar; Santon, Samuel, Cordoba, Maicon; Motta (Mariga  76), Cambiasso, Zanetti; Milito (Balotelli 82), Eto’o (Muntari 59), Pandev
Cagliari: Agazzi; Agostini, Antori, Canini, Dessena; Conti; Lazzari, Biondini (Barone 56); Jeda (Radja Nainggolan 84); Matri, Nene (Larrivey 60)

Permalink Leave a Comment

Internazionale vs Fiorentina

February 4, 2010 at 2:00 am (LuvLyInternazionale)

Penyerang Inter Milan, Diego Milito, mencetak gol yang menentukan kemenangan timnya 1-0 atas Fiorentina di leg pertama semifinal Piala Italia di San Siro, Rabu (3/2/2010). Hasil itu membuat Inter menjejakkan satu kakinya di babak final.

Secara umum, laga berjalan terbuka dan seimbang. Nyaris tanpa permainan penguasaan bola atau pressing, kedua tim secara lugas melancarkan serangan hingga tuntas setiap mendapat kesempatan.

Meski begitu, baik Inter maupun Fiorentina sama-sama kesulitan menciptakan peluang. Selain karena seringnya terjadi kesalahan umpan, penyerangan terkesan dilakukan terburu-buru. Eksekusi, bola hidup maupun bola mati, dilakukan secara kurang matang sehingga bola kerap membentur tubuh pemain lawan atau melenceng dari sasaran.

Di tengah kebuntuan itu, Inter mampu unggul lebih dulu berkat gol Diego Milito pada menit ke-34. Dalam sebuah serangan balik, Mario Balotelli berhasil menguasai bola di sisi kanan pertahanan Fiorentina. Ia kemudian mengirim umpan kepada Milito, yang muncul dari belakang langsung ke depan gawang Fiorentina. Dalam kawalan dua pemain lawan, Milito berhasil mengirim bola masuk ke tengah gawang Sebastian Frey.

Gol itu tak banyak mengubah keadaan. Permainan terus berlangsung cair, tetapi minim peluang. Bahkan, ketika Pelatih Inter Jose Mourinho memasukkan Goran Pandev menggantikan Sulley Muntari pada awal babak kedua, permainan tak banyak berubah.

Fioretina juga berusaha mengubah peruntungan mereka dengan memasukkan Stevan Jovetic menggantikan Massimo Gobbi pada menit ke-58. Toh, situasi tak banyak berubah dan angka 1-0 di papan skor pun tak berubah hingga akhir laga.

Susunan pemain:
Inter:
Toldo; Zanetti, Materazzi, Lucio, Maicon, Santon, Cambiasso, Muntari (Pandev  46), Sneijder; Milito (Mariga 90), Balotelli (Thiago Motta  68)
Fiorentina: Frey, Gamberini, Comotto, Natali, Pasqual (Ljajic  83), Vargas, Santana (Marchionni 75), Gobbi (Jovetic 57), Montolivo, Bolatti, Gilardino

Permalink Leave a Comment

Cinta dan Waktu

February 2, 2010 at 7:46 pm (Berbagi cerita)

Pada suatu waktu, ada sebuah pulau dimana semua perasaan tinggal; Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan dan semua yang lain, termasuk Cinta.

Suatu hari, diumumkan kepada semua perasaan bahwa pulau itu akan tenggelam ke dasar laut. Jadi, semua perasaan menyiapkan perahu mereka untuk pergi. Cinta adalah satu-satunya orang yang tinggal sampai akhir. Dia ingin menghargai pulau surga itu sampai detik-detik terakhir

Ketika pulau itu hampir sepenuhnya di bawah, Cinta memutuskan sudah waktunya untuk pergi. Dia mulai mencari seseorang untuk meminta bantuan.

Saat itu, Kekayaan sedang melintas di sebuah perahu besar.
Cinta bertanya, “Kekayaan, Bolehkah aku ikut denganmu di perahu?”
Kekayaan menjawab, “Maaf, tetapi ada banyak perak dan emas di perahu dan tidak akan ada ruang bagi Anda di mana saja.”

Kemudian, Cinta memutuskan untuk meminta bantuan Keangkuhan, yang sedang melintas di kapal yang indah.
Cinta berteriak, “Keangkuhan, tolonglah aku.”

“Aku tidak bisa membantu Anda,” kata Keangkuhan, “Kalian semua basah dan akan merusak perahu cantikku.”

Selanjutnya, Cinta melihat Kesedihan lewat.
Cinta berkata, “Kesedihan, tolong biarkan aku pergi denganmu.”
Kesedihan menjawab, “Cinta, aku minta maaf, tapi aku hanya perlu sendirian sekarang.”

Lalu, Cinta melihat Kebahagiaan. Cinta berteriak, “Kebahagiaan, bawa aku bersamamu.”
Tapi, Kebahagiaan itu begitu gembira, dan ia tidak mendengar Cinta memanggil dirinya.

Cinta mulai menangis.

Dia kemudian mendengar suara berkata, “Mari, Cinta, aku akan membawamu bersamaku.”
Itu adalah suara salah seorang tetua.
Cinta merasa sangat diberkati dan gembira bahwa ia lupa untuk menanyakan namanya.

Ketika mereka tiba di darat, si tetua melanjutkan perjalanannya.
Cinta menyadari betapa ia berutang kepada tetua itu.

Lalu Cinta mencari Pengetahuan dan bertanya, “Siapakah tetua yang membantu saya?”

“Itu adalah Waktu,” jawab Pengetahuan
“Tapi, mengapa Waktu membantu saya, ketika tidak ada seorang pun yang mau?” tanya Cinta.

Pengetahuan tersenyum dan dengan penuh kebijaksanaan dan ketulusan, menjawab,

Karena hanya Waktu yang mampu memahami betapa besarnya Cinta itu.”
( sumber : air hidup )

Permalink Leave a Comment

Internazionale vs Juventus

January 29, 2010 at 1:17 am (LuvLyInternazionale)

Milan – Inter Milan kembali memperlihatkan kekuatannya setelah menyingkirkan Juventus di perempat final Coppa Italia. Meski tertinggal lebih dulu, Inter akhirnya menang 2-1 (0-1) berkat gol penentu Mario Balotelli menjelang pertandingan berakhir.

Dalam duel di Giuseppe Meazza, Kamis (28/1/2010) waktu setempat, itu kedua tim sama-sama menurunkan lima pemain belakang. Inter turun dengan empat bek yang bermain lawan AC Milan pada akhir pekan lalu, plus Marco Materazzi. Adapun Juve menambahkan Fabio Cannavaro di antara kuartet bek yang mereka mainkan saat dikalahkan AS Roma.

Sepanjang babak pertama, kedua tim bermain cukup berimbang. Juventus yang tampil tanpa suporter tampak lebih teroganisasi di lapangan tengah. Gelandang Diego Ribas mencetak gol pada menit ke-10 setelah berhasil mengecoh kiper Francesco Toldo.

Inter meresponsnya dengan serangan cepat dan kompak. Hampir semua pemainnya maju serentak membangun serangan. Mario Balotelli, Maicon, dan Wesley Sneijder bergantian mengirim tendangan keras ke arah gawang. Semuanya meleset.

Inter menunjukkan dominasinya di babak kedua. Setelah diselingi sundulan Giorgio Chiellini yang membentur tiang pada menit ke-55, tuan rumah kembali menunjukkan ancaman ke gawang Gianluigi Buffon.

Masuknya Diego Milito membuat frekuensi penetrasi ke kotak penalti lawan semakin sering. Akan tetapi, Inter selalu gagal dalam penyelesaian akhir.

Pelanggaran Felipe Melo di menit ke-71 akhirnya menjadi jalan bagi Inter untuk menyamakan skor. Tendangan bebas Sneijder berbelok setelah mengenai kepala Amauri. Bola melintir ke pojok gawang dan disosor oleh Lucio dengan ujung kakinya. Gol, kedudukan menjadi 1-1.

Kemenangan Inter akhirnya ditentukan lewat gol Balotelli di menit ke-89. Pemain keturunan Ghana itu menyambar bola muntah tendangan Thiago Motta. Tiga menit waktu tambahan tak cukup bagi Juventus untuk mengatasi  ketinggalan.

Susunan pemain:
Inter Milan:
Toldo; Zanetti, Materazzi, Lucio, Maicon, Santon; Motta, Cambiasso (Milito 61), Sneijder (Cordoba 93); Pandev (Muntari 80), Balotelli.
Juventus: Buffon; Cannavaro, Grygera, Grosso, Chiellini, De Ceglie (Paolucci 93); Sissoko, Diego, Melo, Candreva; Amauri.

Permalink Leave a Comment

Next page »