Internazionale vs Atalanta
June 1, 2009 at 4:26 am (LuvLyInternazionale)
Milan – Inter Milan menyempurnakan titel Scudetto-nya dengan memenangi partai penutup melawan Atalanta. Zlatan Ibrahimovic pun tampil sebagai pencetak gol terbanyak berkat tambahan dua gol.
Memainkan laga kandang terakhirnya di musim ini, Minggu (31/5/2009), Inter mendapat perlawanan ketat dari tamunya. Sempat dalam posisi tertinggal, pada akhirnya skuad Jose Mourinho keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3.
Hasil ini menjadikan Inter mempurnakan kompetisi dengan mengumpulkan total 84 poin dari 38 pertandingan, setelah mengunci gelar juaranya yang ke-17 sejak dua pekan lalu. Mereka menang 25 kali, seri sembilan kali, dan kalah empat kali.
Sulley Muntari membuka skor pertandingan melawan Atalanta, melalui golnya di menit keenam. Cristiano Doni menyamakan kedudukan hanya selang empat menit kemudian.
Inter kembali memimpin setelah Ibrahimovic menjebol gawang Andrea Consigli, dua menit setelah gol Doni.
Kedudukan imbang lagi setelah Luca Cigarini menembus pertahanan Nerazzurri dan kiper Julio Cesar. Atalanta bahkan berbalik unggul, menyusul gol kedua Doni yang dibuatnya di menit 53.
Di sepuluh menit akhir babak kedua, Inter menunjukkan kelasnya sebagai tim juara. Kurang dua menit, dimulai dari menit ke-80, Esteban Cambiasso dan Ibrahimovic berhasil menyumbangkan gol untuk tuan rumah. Inter pun menang 4-3.
Khusus bagi Ibrahimovic, tambahan dua golnya malam ini menjadikan pundi-pundinya menjadi 25 gol. Bomber internasional Swedia ini dipastikan merebut gelar top skorer karena pesaing utamanya, Marco di Vaio, hanya mencetak satu gol saat Bologna menang 3-1 atas Catania di Renato Dall’Ara. Alhasil, Di Vaio — dan juga penyerang Genoa, Diego Milito — kalah satu gol dari Ibrahimovic.
Susunan pemain:
Inter: Julio Casar, Walter Samuel, Ivan Cordoba, Cristian Chivu (Maicon 64), Javier Zanetti, Esteban Cambiasso, Sulley Muntari,Dejan Stankovic (Hernan Crespo 64), Luis Figo (Davide Santon 44), Zlatan Ibrahimovic, Mario Balotelli
Atalanta: Andrea Consigli (Ferdinando Coppola 45), Thomas Manfredini, Jose Leonardo Talamonti, Gianpaolo Bellini, Gyorgy Garics, Tiberio Guarente, Luca Cigarini, Simone Padoin, Marino Defendi (Alessio Cerci 72), Gianvito Plasmati (Francesco Parravicini 85), Cristiano Doni

Cagliari vs Internazionale
May 26, 2009 at 12:26 am (LuvLyInternazionale)
Juara Seri A Inter Milan merasakan kekalahan keempatnya di musim ini. I Nerazzurri ditaklukkan oleh Cagliari dengan skor tipis 1-2.
Inter telah memastikan merebut Scudetto di musim ini. Namun hal itu tak membuat pelatih Jose Mourinho menurunkan skuad lapis keduanya saat bertandang ke-Stadio Sant’Elia, Minggu (24/5/2009).
Zlatan Ibrahimovic dan Julio Cruz dipasang Mourinho untuk memperkuat lini depannya. Striker internasional Swedia ini akhirnya membuat Inter unggul lebih dulu saat pertandingan baru berjalan delapan menit.
Gol itu juga membuat Ibrahimovic tetap bersaing sebagai Capocannoniere dengan 23 gol atau sama dengan Marco Di Vaio (Bologna). Peluang Ibrahimovic tetap terbuka dimana Seri A masih menyisahkan satu laga lagi.
Namun, Cagliari menyamakan kedudukan lewat gol Andrea Cossu di menit ke-34. Inter akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah setelah Robert Acquafresca memastikan kemenangan Cagliari di menit ke-71.
Di laga lainnya, Fiorentina imbang 1-1 dengan Lecce. Martin Jorgensen menyelamatkan La Viola dari kekalahan lewat golnya di saat akhir pertandingan. Sedangkan Lecce unggul dulu lewat gol Simone Tiribocchi di menit ke-50.
Hasil tersebut membuat Fiorentina masih tetap berpeluang untuk tampil di Liga Champions musim depan. Sedangkan Lecce sudah dipastikan akan berlaga di Seri B musim depan karena mereka telah terdegradasi.
Sementara tim lainya yang sudah lebih dulu terdegradasi adalah Reggina. Sementara Torino dan Bologna masih saling bersaing hingga di pekan terakhir besok. Keduanya sama -sama mengumpulkan 34 poin
Susunan Pemain :
Cagliari: Marchetti; Pisano, Lopez (Astori 81), Canini, Agostini; Fini (Lazzari 62), Conti, Parola (Biondini 54); Cossu; Jeda, Acquafresca
Inter: Toldo; Santon, Burdisso, Materazzi, Chivu (Bolzoni 75); Vieira, Cambiasso, Zanetti; Jimenez (Mancini 67); Ibrahimovic, Cruz (Balotelli 60)

Internazionale vs Siena
May 18, 2009 at 1:32 am (LuvLyInternazionale)
Milan – Inter Milan melengkapi kepastian hadirnya gelar juara Liga Italia dengan sempurna. Nerazzurri sukses menggelontor Siena dengan skor tiga gol tanpa balas.
Tiga gol yang tercipta di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (18/5/2009) dinihari WIB, masing-masing diceploskan oleh Esteban Cambiasso, Mario Balotelli dan Zlatan Ibrahimovic.
Kemenangan ini mengantar koleksi poin Inter bergerak ke angka 78. Sementara bagi Siena, kalah juga tidak terlalu berpengaruh mengingat mereka sudah cukup aman dari degradasi di posisi 14 dengan 43 angka.
Jalannya pertandingan
Inter dikejutkan oleh peluang pertama yang sudah didapat Siena pada menit keempat. Sebuah tendangan Emmanuel Calaio memaksa kiper Julio Cesar menepis bola dan mengamankan gawangnya.
Setelah buntu di puluhan menit berikutnya, Inter memecah kesunyian dengan gol pembuka semenit jelang turun minum. Sebuah tendangan Dejan Stankovic dimentahkan kiper Gianluca Curci, tetapi Cambiasso dengan cepat menyergap si kulit bundar dan gol.
Tujuh menit babak kedua berjalan, Inter menggandakan keunggulannya. Balotelli berhasil lolos dari jebakan off-side setelah mendapat umpan dari Luis Figo. Balotelli mengitari Curci sebelum mencetak golnya. 2-0 bagi tuan rumah.
Siena belum menyerah meski tertinggal dua gol. Hanya berselang dua menit, sebuah sundulan Calaio nyaris menjadi gol tetapi tiang mencegahnya di saat Cesar sudah mati langkah.
Kembali sebuah peluang menghampiri Siena di menit 59. Sebuah tendangan keras dilepaskan Daniele Galloppa dari jarak jauh tetapi Cesar dengan jitu menepisnya.
Tiga perempat jam waktu berjalan, Galloppa mendapat peluang lagi. Sepakan deras sang gelandang kembali memaksa Cesar beraksi menyelamatkan gawangnya dengan sebuah tepisan.
Di saat tertekan seperti itu, Inter akhirnya mencetak gol ketiga semenit kemudian. Mendapat umpan panjang dari belakang, Ibrahimovic mencetak gol dengan melewatkan bola di sela kaki Curci.
Galloppa benar-benar mengutuki ketidakberuntungannya hari ini. Menit 79, giliran Paolo Orlandoni yang menggantikan posisi Cesar di bawah mistar yang menepis tendangan kerasnya.
Skor 3-0 bagi kemenangan Inter akhirnya bertahan hingga wasit menyudahi pertandingan.
Susunan pemain
Inter: Julio Cesarn (Orlandoni 78); Zanetti, Samuel, Cordoba, Chivu; Stankovic, Muntari, Cambiasso; Figo (Santon 63), Ibrahimovic, Balotelli (Mancini 74)
Siena: Curci; Ficagna, Brandao, Portanova, Del Grosso; Vergassola, Codrea (Coppola 46), Kharja (Jarolim 46), Galloppa; Ghezzal, Calaio

Chievo vs Internazionale
May 11, 2009 at 1:46 am (LuvLyInternazionale)
Verona, Inter Milan harus menunda peluang mereka menggelar pesta scudetto. Bertandang ke Chievo, Nerazzurri cuma bisa bermain imbang 2-2, meski sempat dua kali dalam posisi memimpin.
Inter sebelumnya berpeluang menyudahi kompetisi Liga Italia Seri A jika mereka bisa memetik hasil maksimal atas Chievo, dan AC Milan ditundukkan Juventus. Namun dari lawatannya ke Stadio Marc’Antonio Bentegodi, Minggu (10/5/2009) mala WIB, cuma hasil imbang yang didapat Zavier Zanetti cs.
Di puncak klasemen, Inter kini punya poin 78. Mereka unggul delapan poin atas Rossoneri yang baru akan bertanding malam nanti. Jika Milan kalah, Inter tinggal butuh satu kemenangan untuk bisa mempertahankan titel juaranya.
Jalannya pertandingan
Berlaga tanpa Zlatan Ibrahimovic, Inter mampu menggebrak di awal laga dengan membuat gol cepat saat laga baru berjalan tiga menit. Kiper Stefano Sorrentino sebenarnya mampu menghadang tendangan Esteban Cambiaso yang meneruskan umpan Dejan Stankovic dari sisi kiri, namun bola liar hasil dari prosesi tersebut cepat disambar Hernan Crespo untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Dua menit berselanag Crespo nyaris menjebol jala Chievo untuk kali kedua, namun kegagalan striker Argentina itu mengejar umpan Stankovic membuat kedudukan tak berubah.
Sementara upaya Luis Figo memperbesar keunggulan di menit 12 juga tak membuahkan hasil. Berusaha memanfaatkan kesalahan kiper Sorrentino saat tak mampu mengantisipasi bola crossing Mario Balotelli dengan sempurna, sepakan gelandang veteran itu berbelok arah setelah membentur pemain lawan dan cuma berbuah tendangan sudut.
Meski lebih unggul namun gawang Inter justru yang kemudian bobol di menit 27. Cesar tak bergerak saat sepakan keras dari kaki Michele Marcolini berbelok arah untuk kemudian mengarah ke sisi kanannya dan merobek jala Inter serta menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Dua menit setelah gol penyama tersebut, kubu Chievo mengklaim penalti menyusul pelanggaran yang dilakukan Zavier Zanetti atas Andrea Mantovani. Namun wasit bergeming dan menyatakan tak ada sanksi berupa penalti.
Tekanan tuan rumah berlanjut melalui tandukan Sergio Pellissier yang hanya dipandangi Cesar karena bola masih melenceng dari sasaran. Tak ada gol tambahan hingga turun minum yang membuat paruh pertama berkesudahan 1-1.
Sebuah kerjasama cantik antara Cambiasso dan Figo nyaris membuat tim tamu kembali unggul. Namun sepakan Balloteli yang menjadi eksekutor akhir tak membuahkan hasil karena tendangannya berhasil diblok. Bahkan upaya kedua yang dilakukan striker belia itu saat si kulit bundar kembali ke arahnya juga gagal mengubah skor, untuk kali kedua bola kembali terhadang.
Berupaya mengejar kemenangan demi melebarkan peluang jadi juara di pekan ini, Jose Mourinho menarik Crespo dan menggantikannya dengan Julio Crus. Upaya yang membuahkan hasil karena tujuh menit setelahnya Inter kembali memimpin lewat Balotelli.
Sebuah tendangan setengah voli yang dilepaskan Balotelli menjurus kencang dan mengarah ke sudut kanan atas gawang tanpa bisa dihalau kiper Chievo. Sebuah gol indah mengingat dia melakukannya dari sudut yang sulit. 2-1 Inter unggul
Tapi keunggulan Inter tak bertahan lama karena sembilan menit berselang Chievo kembali menyamakan kedudukan. Siqueira Luciano memaksa Cesar memunggut bola dari dalam gawangnya untuk kali kedua setelah sepakan yang dilepaskannya usai mendapat umpan dari Mantovani mengarah ke sisi kanan bawah gawang yang mengubah kedudukan menjadi 2-2.
Sebuah kesalahpahaman antara Walter Samuel dan Burdisso nyaris dimanfaatkan Mauro Esposito, namun Cesar bertindak cepat mengamankan bola dan menghindarkan hal buruk terjadi pada gawangnya.
Tak ada gol tambahan terjadi setelah wasit menambahkan empat menit masa injury time. Skor 2-2 pun bertahan yang membuat Inter terpaksa menunda peluang mereka jadi juara di pekan ini.
Susunan pemain
Chievo: Sorrentino; Frey, Morero, Yepes, Mantovani (Sardo 76); Luciano, Rigoni (Malago’ 82), Marcolini; Bentivoglio (Esposito 72); Pellissier, Bogdani
Inter: Julio Cesar; Zanetti, Cordoba, Samuel, Maxwell; Stankovic (Jimenez 77), Cambiasso, Muntari (Burdisso 67); Figo, Crespo (Cruz 56), Balotelli

Internazionale vs Lazio
May 3, 2009 at 8:52 am (LuvLyInternazionale)
Milan – Inter Milan akhirnya kembali memetik kemenangan. Menjamu Lazio, Nerazzurri unggul 2-0 lewat gol dan assist dari Zalatan Ibrahimovic yang makin mengokohkan posisi mereka di puncak klasemen.
Inter dalam tiga pertandingan sebelumnya tak pernah sekalipun menang. Dua kali bermain imbang dan menelan satu kekalahan membuat Zavier Zanetti cs dapat tekanan keras plus ancaman posisinya di geser AC Milan yang belakangan justru tampil meyakinkan.
Namun Inter menjawab semua keraguan yang diarahkan pada mereka menyusul kemenangan atas Lazio dengan Zlatan yang jadi bintang menyusul gol dan assist yang dia buat. Jumlah poin yang kini dikumpulkan anak asuh Jose Mourinho adalah 77 atau unggul 10 angka atas Rossoneri di posisi dua. Milan sendiri baru akan bertanding padaMinggu malam nanti dengan menghadapi Catania.
Dengan empat pertandingan tersisa, jalan Inter untuk bisa mempertahankan titel juara terbuka cukup lebar. Apalagi di pekan-pekan selanjutnya justru Milan yang dihadapkan padajadwal pertandingan tak mengenakkan mengingat banyak tim kuat yang harus dihadapi.
Jalannya Pertandingan
Inter langsung menggebrak di awal laga yang dilangsungkan di Giuseppe Meazza, Minggu (3/5/2009) dinihari WIB. Tendangan Alessandro Mancini yang masih melenceng setelah dapat bola dati tandukan Zalatan Ibrahimovic mengawali tekanan ke gawang Lazio.
Inter harus menunggu hingga menit 23 sebelum bisa membuat peluang lainnya. Namun upaya itupun tak membuahkan hasil karena tandukan Ibrahimovic saat menyambut umpan terukur Luis Figo dari dalam kotak penalti melebar ke arah tiang jauh.
Di menit 32 gantian Zlatan yang mengkreasikan peluang saat dia melepaskan umpan silang dengan mencungkil bola. Namun sama seperti peluang yang sebelumnya digagalkannya, upaya Sulley Muntari mengarahkan bola juga sia-sia karena si kulit bundar justru melayang terlalu melebar.
Meski lebih banyak ditekan, Lazio sempat membuat Interisti menahan napasnya menyusul sebuah tendangan keras yang dilepaskan Christian Brocchidari jarak sekitar 23 meter. Julio Cesar harus bersusah payah menghindarkan gawangnya dari kebobolan dari proses ini, tapi dia berhasil dan kejadian tersebut cuma berujung tendangan sudut.
Kebuntuan Nerazzurri akhirnya dipecahkan di babak kedua, tepatnya menit 58 lewat Ibrahimovic. Striker Swedia itu mencetak golnya yang ke-21 sepanjang musim ini dengan sebuah sepakan keras yang tak kuasa dihalau kiper Fernando Muslera.
Tertinggal satu gol sama sekali tak memutus semangat Lazio karena mereka terus berupaya menekan tuan rumah, meski tak satupun yang bisa benar-benar membahayakan gawang Cesar. Justru Inter yang kemudian menggankan keunggulan di menit 70.
Muntari mencatatkan namanya di papan skor setelah dia berhasil mengejar umpan terobosan yang memecah pertahanan Lazio. Berhadapans satu lawan satu dengan kiper Muslera, Muntari dengan dingin menceploskan bola ke dalam gawang tanpa sedikitpun bisa diantisipasi sang kiper.
Beberapa menit sebelum laga berakhir, Inter punya peluang menambah jumlah golnya. Namun Hernan Crespo yang harus berjuang sendirian dengan dua bek lawan akhirnya dibuat sama sekali tak berdaya, dia kehilangan bola tepat di muka kotak penalti tanpa sempat melepaskan tendangan.
Susunan Pemian
Inter: Julio Cesar; Santon (Vieira 56), Cordoba, Samuel, Chivu; Zanetti, Cambiasso, Muntari (Burdisso 74); Figo, Ibrahimovic, Mancini (Crespo 56)
Lazio: Muslera; Radu, Siviglia, Rozenhal, Kolarov; Brocchi, Ledesma, Matuzalem, Del Nero (Foggia 62); Rocchi, Zarate (Kozak 84)

Napoli vs Internazionale
April 27, 2009 at 12:54 am (LuvLyInternazionale)
Naples – Inter Milan memperoleh pil pahit kedua dalam lawatannya ke kandang Napoli (Setelah tidak lolos ke final coppa kalah agresivitas gol melawan Sampdoria,maaf tidak ada dalam blog). La Beneamata harus pulang dengan kekalahan 0-1 setelah Marcelo Zalayeta sukses membobol gawang mereka di babak kedua.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion San Paolo, Senin (27/4/2009) dinihari WIB, Inter sebenarnya tampil cukup dominan. Di babak pertama mereka berhasil menciptakan sejumlah peluang, meski tak ada pun yang berbuah menjadi gol.
Di babak kedua, Napoli bangkit dan akhirnya mencetak gol lewat Zalayeta yang masuk di menit 63 menggantikan German Denis. Gol penyerang asal Uruguay itu akhirnya menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan ini.
Hasil ini tak menggoyahkan Inter di puncak klasemen. Mereka masih memimpin dengan torehan poin 74. Namun selisih mereka dengan AC Milan kini menipis menjadi tujuh poin.
Sementara Napoli naik ke urutan 12 dengan koleksi nilai 42.
Jalannya pertandingan
Tiga menit pertandingan berjalan, Walter Samuel langsung memberikan ancaman kepada Napoli. Berawal dari sebuah tendngan bebas, bek asal Argentina itu melepaskan sebuah sundulan. Sial baginya, Nicolas Navarro bereaksi cepat dan berhasil menepis bola sundulannya.
Selanjutnya, giliran Mario Balotelli yang mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol di menit 16. Ia melepaskan sebuah sepakan keras dari jarak jauh namun hasilnya hanya menyentuh jala atas gawang Navarro. Gol urung tercipta.
Balotelli kembali mengancam gawang Napoli di menit 33. Usai menerima operan hasil sundulan Zlatan Ibrahimovic ia langsung melepaskan tendangan. Namun Navarro dengan sigap berhasil menggagalkannya.
Tepat sebelum babak pertama berakhir, Marek Hamsik melepaskan sebuah tendangan voli. Hasilnya? Bukan gol, melainkan bola melambung di atas mistar gawang Inter.
Hingga akhir babak pertama tak ada gol tercipta. Kedua tim pun masuk ruang ganti dan harus puas dengan kedudukan 0-0.
Di babak kedua, tempo pertandingan masih sama. Inter masih kerap melakukan tekanan, namun Napoli tak mau kalah. Tampil di hadapan pendukung sendiri membuat mereka lebih berani untuk melakukan tekanan ke pertahanan Nerazzurri.
Pada menit 56, German Denis mencoba peruntungannya dengan melepaskan sebuah tendangan. Namun, bola hasil sepakannya masih bisa diblok oleh Samuel.
Empat menit berselang, Patrick Vieira membalasnya dengan sebuah tendangan melengkung. Usaha yang bagus dari gelandang asal Prancis ini, tetapi bola mengarah tepat ke pelukan Navarro.
Napoli akhirnya memimpin pada menit 73. Zalayeta mencetak gol melalui sebuah tendangan first time sedikit di luar kotak penalti. Tendangan ini akhirnya membuat Julio Cesar takluk.
Setelahnya beberapa peluang sempat tercipta, namun tak ada yang berbuah menjadi gol. Alhasil pertandingan pun berakhir dengan kedudukan 1-0.
Susunan pemain:
Napoli: Nicolas Navarro, Matteo Contini, Salvatore Aronica, Fabiano Santacroce, Manuele Blasi, Nicolas Amodio (Mariano Bogliacino 89), Marek Hamsik, Daniele Mannini, Francesco Montervino, Ezequiel Lavezzi (Jesus Datolo 84), German Denis (Marcelo Zalayeta 63).
Inter Milan: Julio Cesar, Walter Samuel, Ivan Cordoba, Cristian Chivu (Maxwell 81), Javier Zanetti, Esteban Cambiasso, Dejan Stankovic, Patrick Vieira (Julio Cruz 75), Mario Balotelli, Zlatan Ibrahimovic, Luis Figo (Amantino Mancini 70).

Juventus vs Internazionale
April 19, 2009 at 1:27 am (LuvLyInternazionale)
Turin – Derby d’Italia antara Juventus lawan Inter Milan berakhir sama kuat 1-1. Inter unggul duluan lewat Mario Balotelli, sebelum disamakan oleh Zdenek Grygera.
Hasil di Stadion Olimpico Grande Torino, Minggu (19/4/2009) dinihari WIB, membuat rentang Inter dengan Juve di papan klasemen masih tetap sepuluh angka. Inter ada di puncak dengan poin 74, Juve menguntit dengan 64 dengan enam laga sisa.
Inter sempat ada di atas angin dalam laga tersebut setelah memimpin lewat gol Balotelli di menit 63, apalagi Juve kemudian harus bermain minus satu pemain usai Tiago dikartu merah.
Akan tetapi, masuknya Sebastian Giovinco tampak membawa angin segar buat Juve, dengan umpan-umpannya yang berbahaya. Gol balasan Juve dari Grygera pun adalah hasil sepakan Giovinco dari tendangan sudut.
Selain Grygera yang bikin gol penyama kedudukan, kredit tersendiri juga layak diberikan buat Gigi Buffon yang beberapa kali melakukan penyelamatan apik di bawah mistar gawang Juve. Tanpa penyelamatan tersebut, boleh jadi Juve sudah “terbunuh” duluan.
Jalannya Pertandingan
Sepuluh menit pertandingan berjalan, Mario Balotelli mencatat peluang untuk bikin gol. Gigi Buffon menghambat laju bola kendati si kulit bundar masih mengarah ke gawang. Tiago akhirnya bisa mengamankan gawang dan membuang bola.
Alessandro Del Piero menemukan Zdenek Grygera dari tendangan bebas di menit ke-31. Tapi usaha Grygera tak berbuah karena masih melambung jauh dari sasaran.
Semenit berselang, Marco Marchionni bisa merangsek ke muka gawang Inter. Julio Cesar lantas keluar dari sarang dan bisa mengamankan gawangnya.
Empat menit memasuki babak kedua, Balotelli melaju ke area penalti Juve dengan dikepung empat pemain lawan. Bola akhirnya dia oper ke Zlatan Ibrahimovic yang kemudian menyodorkan ke Dejan Stankovic. Bola Stankovic sepak keras-keras tapi tepat ditangkap Buffon.
Dari sebuah tendangan bebas di menit 57, Ibrahimovic berhasil meneruskan dengan kepala. Sial buat dia, bola hasil tandukan tidak menyulitkan Buffon.
Juve membalas semenit kemudian. Dari sebuah tendangan bebas, Del Piero menyepak bola melewati pagar betis untuk melaju ke gawang. Namun, di sana masih ada Julio Cesar yang melompat dan lantas menangkap.
Inter akhirnya unggul di menit 63. Dari serangan balik, Ibrahimovic berlari di sisi kiri dan melepaskan Sulley Muntari yang lantas mengirim bola ke tengah. Balotelli yang ada di sana pun tanpa ampun menceploskan bola.
Dengan keadaan tertinggal, Juve malah harus bermain dengan sepuluh pemain. Tiago mendapatkan kartu merah langsung akibat melakukan pelanggaran terhadap Balotelli.
Buffon “terbang” menahan bola sepakan keras dari Stankovic di menit 79. Sang kiper tampaknya hendak membuktikan kalau dirinya masih tetap tangguh di tengah banyaknya kritik yang mampir ke dirinya.
Dua menit sebelum bubaran, Buffon kembali menyelamatkan gawang Juve. Lewat kerjasama dengan Ibrahimovic, Julio Cruz yang ada di depan garis gawang melepaskan tembakan yang ditepis Buffon seraya meregangkan tubuh.
Di menit injury time, Grygera menyelematkan Juve setelah tandukannya menyambut sepak pojok Sebastian Giovinco bersarang di dalam gawang Inter.
Susunan Pemain:
Juventus: Buffon; Grygera, Legrottaglie, Chiellini, Molinaro (De Ceglie 63); Marchionni (Trezeguet 74), Poulsen, Tiago, Nedved; Del Piero (Giovinco 80), Iaquinta
Inter: Julio Cesar; Zanetti, Cordoba, Samuel (Burdisso 77), Chivu; Cambiasso; Stankovic, Muntari, Figo (Cruz 87), Balotelli (Vieira 76); Ibrahimovic

Internazionale vs Palermo
April 12, 2009 at 12:16 am (LuvLyInternazionale)
Milan – Laju kemenangan Inter Milan akhirnya tertahan oleh Palermo. Bermain di kandang sendiri, pasukan Jose Mourinho itu hanya mampu bermain imbang 2-2.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Sabtu (11/4/2009) malam WIB, Inter sempat unggul 2-0 di babak pertama melalui sundulan Mario Balotelli dan tendangan penalti Zlatan Ibrahimovic.
Namun Palermo bangkit di babak kedua dan akhirnya mampu menyamakan kedudukan lewat Edison Cavani dan Davide Succi. Tim tamu pun sukses pulang dari kota Milan dengan mencuri satu poin.
Hasil ini memutus empat kemenangan beruntun yang diraih Inter pada empat pekan sebelum. Namun posisi mereka di puncak klasemen masih belum tergoyahkan. La Beneamata kini mengoleksi poin 73, unggul 10 poin atas Juventus yang gagal memanfaatkan kesempatan ini dengan dikalahkan tuan rumah Genoa 3vs2.
Jalannya pertandingan
Inter yang bertindak sebagai tuan rumah memulai start dengan lambat. Terbukti hingga 14 menit pertandingan berjalan tak ada satu pun peluang emas yang diciptakan Nerazzurri. Begitu pula dengan Palermo, mereka juga tak mampu menghasilkan peluang emas.
Namun, Inter akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit 15. Gol ini berawal dari umpan yang dilepaskan Sulley Muntari. Bola yang masuk ke daerah kotak penalti Palermo pun langsung disundul oleh Mario Balotelli. Striker muda Inter itu pun mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Dua menit berselang giliran Zlatan Ibrahimovic yang memperloeh kesempatan untuk mencetak gol. Usai mengecoh beberapa bek lawan, penyerang asal Swedia ini kemudian melepaskan sebuah sepakan terarah. Sial baginya, bola tendangannya masih bisa dijinakkan oleh Marco Amelia.
Ibrahimovic kembali mengarsiteki peluang emas untuk Inter pada menit 29. Kali ini operannya kepada Dejan Stankovic langsung diteruskan oleh gelandang Serbia itu dengan sebuah tendangan dari luar kotak penalti. Namun, Amelia sukses menepisnya.
Inter akhirnya memasuki ruang ganti dengan keunggulan dua gol tanpa balas. Pada menit 38, Ibrahimovic dijatuhkan di kotak penalti oleh bek lawan sehingga wasit pun memberikan hadiah tendangan 12 pas untuk La Beneamata. Ibra sendiri yang menjadi eksekutornya pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini.
Palermo memberikan perlawanan di awal babak kedua, tepatnya pada menit 55. Dari luar kotak penalti, Fabrizio Miccoli melepaskan sebuah tendangan keras, tetapi hasilnya bukanlah gol, melainkan bola sukses diamankan oleh Francesco Toldo.
Pada menit 69 giliran Mark Bresciano yang memiliki peluang. Sial bagi gelandang Palermo itu, alih-alih menemui sasaran, bola sepakannya malah melambung di atas mistar gawang.
Tim tamu akhirnya baru bisa mencetak gol pada menit 71 lewat Edison Cavani. Penyerang asal uruguay itu mendapatkan ruang yang cukup bebas di dalam kotak penalti Inter sebelum akhirnya mengeksekusi tendangan untuk menjebol gawang Toldo. Skor berubah menjadi 2-1.
Bencana bagi Inter akhirnya datang pada menit 75. Umpan dari Miccoli berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Davide Succi. Palermo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada lagi gol yang tercipta.
Susunan pemain:
Inter Milan: Francesco Toldo, Cristian Chivu, Ivan Cordoba, Esteban Cambiasso, Maxwell (Hernan Crespo 79), Davide Santon, Dejan Stankovic, Sulley Muntari (Luis Figo 79), Javier Zanetti, Zlatan Ibrahimovic, Mario Balotelli (Patrick Vieira 74).
Palermo: Marco Amelia, Morris Carrozzieri, Simon Kjaer, Fabio Liverani (Cesare Bovo 25), Federico Balzaretti, Mattia Cassani, Fabio Simplicio, Antonio Nocerino (Davide Succi 57), Giulio Migliaccio (Mark Bresciano 45), Fabrizio Miccoli, Edison Cavani.

Udinese vs Internazionale
April 6, 2009 at 4:22 am (LuvLyInternazionale)

Udine – Kemenangan 1-0 yang didapat Inter atas Udinese membawa Zlatan Ibrahimovic cs memperlebar keunggulan poin di klasemen sementara dengan runner-up Juventus menjadi sembilan angka.
Dalam laga yang berlangsung di Stadion Friulli, markas Udinese, Senin (6/4/2009) dinihari WIB, gol tunggal Inter dicetak lewat gol bunuh diri Mauricio Isla di menit ke-77.
Kemenangan ini membawa La Beneamata kokoh di puncak klasemen sementara Seri A dengan poin 72, unggul sembilan angka dari Juventus.
Jalannya Pertandingan
Di babak pertama, laga berlangsung lambat tidak banyak peluang emas tercipta. Inter memiliki kans di menit ke-22 ketika umpan Ibrahimovic mengarah kepada Muntari. Namun sayang penyelesaian pemain asal Ghana ini masih melebar.
Menit ke-35, giliran Udinese yang mencetak peluang. Namun tendangan Fabio Quagliarella masih melebar dari sasaran.
Skor 0-0 menutup babak pertama. Kondisi seperti babak pertama kembali berlangsung selepas jeda. Sejumlah benturan keras terjadi di babak kedua dan Inter terpaksa kehilangan penjaga gawang Julio Cesar yang harus keluar lapangan akibat cedera dan digantikan Francesco Toldo di menit ke-71.
Kebuntuan laga ini baru pecah ketika Inter bisa mencetak gol kala laga berusia 77 menit. Gol ini berawal dari umpan Ibrahimovic yang mengirimkan bola daerah ke kotak penalti Udinese.
Vieira kemudian dengan sigap mengejar bola dan menembakkannya ke gawang Udinese. Tendangan Vieira sempat membentur Mauricio Isla sebelum bergulir ke gawang.
Di masa injury time, kedua tim mengkreasi peluang. Kans untuk Inter didapat melalui aksi individual Zlatan Ibrahimovic yang menembus barisan pertahanan Udinese. Sayang eksekusi tendangan keras striker Swedia ini masih gagal menemui sasaran.
Setelahnya, giliran Udinese yang menghadirkan ancaman. Namun sundulan Obodo masih tipis di sisi kiri gawang Nerazzurri. Begitu pula dengan sundulan Simone Pepe beberapa saat berselang, yang masih belum bisa menggetarkan gawang Inter.
Skor 1-0 untuk Inter bertahan hingga laga ditutup.
Susunan Pemain
Udinese: Belardi; Felipe, Zapata, Pasquale, Isla, D’Agostino, Asamoah, Inler (Obodo 83′), Floro Flores (Ighalo 85′), Quagliarella, Pepe
Inter Milan: Julio Cesar (Toldo 71′); Chivu, Cordoba, Cambiasso, Maxwell, Santon (Vieira 69′), Stankovic, Muntari, Zanetti, Balotelli (Figo 69′), Ibrahimovic

Internazionale vs Reggina
March 22, 2009 at 5:08 pm (LuvLyInternazionale)
Milan – Zlatan Ibrahimovic menjadi elemen penting ketika Inter Milan membekap Reggina tiga gol tanpa balas. Kemenangan ini sekaligus membuat Inter kembali menjauhi kejaran Juventus dengan keunggulan tujuh poin.
Dalam aga yang berlangsung di Giuseppe Meazza, Minggu (22/3/2009), Esteban Cambiasso membawa Inter membuka skor kala laga berusia enam menit.
Zlatan Ibrahimovic menambah dua gol masing-masing lewat penalti di menit ke-10 melalui titik putih, dan tendangan chip di menit ke-58.
Hasil ini membawa Nerazzurri kokoh di puncak klasemen sementara dengan poin 69, unggul tujuh poin dari Juventus yang berada di urutan dua.
Jalannya Laga
Dua menit laga berjalan, Reggina mengagetkan para pendukung tuan rumah. Sepakan Antonio Barilla memaksa kiper Inter Julio Cesar berjibaku menyelamatkan gawangnya.
Inter tidak panik dengan shock therapy tim tamu. Ketika laga memasuki menit keenam, La Beneamata memimpin lewat Esteban Cambiasso. Gol ini berawal lewat Dejan Stankovic, yang meski dikepung pemain-pemain Reggina, mampu melepaskan umpan tumit. Cambiasso yang berdiri bebas sukses memanfaatkan bola sodoran pemain Serbia itu dan mengonversinya menjadi gol.
Empat menit berselang, Nerazzurri mendapat hadiah penalti, usai Amantino Mancini dijatuhkan oleh Carloz Valdez di kotak terlarang. Eksekusi duabelas pas yang dilancarkan Zlatan Ibrahimovic tanpa ampun menggetarkan gawang Reggina untuk kedua kalinya.
Ibra hampir saja menambah pundi-pundi golnya di menit ke-17. Kesalahan Santos dalam mengontrol bola sukses direbut Balotelli, yang kemudian menyodorkan umpan ke Ibra. Namun tendangan striker asal Swedia itu melenceng
Tidak sampai dua menit berselang, Ibra kembali gagal menjebol gawang Reggina. Kali ini tiang gawang yang menggagalkan upayanya yang ditempuh lewat sebuah sepakan jarak jauh.
Memasuki menit ke-35, upaya tuan rumah untuk memperbesar skor kembali gagal. Kali ini portiere Reggina, Christian Puggioni, sukses menghentikan tendangan keras Ibra.
Dua menit berselang tim tamu memiliki kans memperkecil skor. Namun sepakan Fransesco Cozza masih melenceng tipis di kanan gawang Julio Cesar.
Tiga menit menjelang jeda, upaya Reggina hampir saja membuahkan hasil. Tendangan Antonio Barilla yang tak terkawal, sempat terlepas dari tangkapan Julio Cesar. Namun penjaga gawang asal Brasil itu sukses mengamankan bola yang sempat lepas tadi.
Usaha Ibra untuk kembali merobek gawang Reggina akhirnya terwujud, kala babak kedua berjalan dua belas menit. Bola lengkung yang dilepas eks pemain Juventus dan Ajax Amsterdam ini tak mampu dijangkau Puggioni.
Keunggulan 3-0 belum membuat Inter puas. Semenit kemudian, giliran Mario Balotelli yang melancarkan serbuan ke gawang tim tamu, namun masih bisa digagalkan Puggioni.
Tertinggal tiga gol, Reggina tak menyerah. Ketika laga berusia satu jam, tim berjuluk Amaranto itu dua kali memaksa Julo Cesar bekerja keras. Yang melakukan dua penyelamatan penting. Yang pertama ketika menangkal sepakan keras Edgar Barreto, yang kedua saat mementahkan sepakan Maurizio Lanzaro yang sempat membentur Cambiasso.
Kans Inter untuk menambah skor kembali gagal di menit ke-79. Tendangan bebas Balotelli mampu ditepis Puggioni. Bola mutah disambar Sulley Muntari, namun terlalu keras sehingga si kulit bundar melesat tinggi di atas gawang lawan.
Di menit akhir laga, Julio Cesar kembali menjadi penyelamat Inter. Kali ini Cesar menepis tendangan pemain pengganti Alessio Sestu.
Hingga peluit akhir, skor 3-0 tidak berubah.
Susunan Pemain
Inter Milan: Julio Cesar; Santon, Cambiasso, Rivas, Maicon, Muntari, Zanetti, Stankovic (Jimenez 65′) (Maxwell 77′), Mancini (Obinna 41′), Ibrahimovic, Balotelli
Reggina: Puggioni; Santos, Valdez, Costa, Lanzaro, Carmona, Barreto, Barilla (Sestu 66′), Adejo (Krajcik 76′), Brienza, Cozza (Ceravolo 73′)
(foto:setelah melewati 3 org,,ibra melepas tembakan lob yang menjadi gol)



